Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 28.6 ° C

Korban Tewas Kecelakaan di Sukabumi Menjadi 16 Orang

Ahmad Rayadie
PETUGAS kepolisian yang dibantu warga tengah mengevakuasi korban yang terjebak di dalam mobil, Sabtu 8 September 2018. Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Cikidang, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menewaskan belasan orang.*
PETUGAS kepolisian yang dibantu warga tengah mengevakuasi korban yang terjebak di dalam mobil, Sabtu 8 September 2018. Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Cikidang, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menewaskan belasan orang.*

SUKABUMI, (PR).- Kecelakaan lalu lintas di dua tempat berbeda di Kabupaten Sukabumi, Sabtu 8 September 2018 menewaskan 16 orang dan belasan penumpang bus mengalami luka serius.

Kecelakan dalam waktu yang tidak bersamaan itu menimpa dua bus rombongan berbeda. Kecelakaan bus Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhamas) menyebabkan satu orang tewas  dan 13 lainnya luka serius dan ringan. 

Kecelakaan tunggal yang terjadi di tanjakan Cisarakan, Kampung Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu itu diduga karena sopir bus,  Usup Supriyatna (35) tidak mengusai medan. Bus dengan nomor polisi 1010-00 milik Lemhanas itu mengangkut 18 penumpang.

Korban tewas ketika bus yang ditumpang itu terjun ke jurang. Sebelum terjun ke jurang, laju bus yang berangkat dari Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu menabrak dinding tebing.

Tujuh penumpang masih berbaring di rumah sakit. Sementara jasad korban masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu.

Kecelakaan di Cikidang

Sementara itu, korban tewas dan luka di dalam kecelakaan di tikungan  Cikidang, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi diperkirakan terus bertambah.

Hingga Sabtu 8 September 2018 petang, korban tewas yang menimpa rombongan PT  Catur Putra Grup itu diperkirakan mencapai  15 orang dan belasan penumpang lainnya dalam kondisi luka serius.

Tim medis RSUD Palabuhanratu masih terus melakukan penanganan medis terhadap korban terutama menyelamatkan nyawa korban yang mengalami luka serius.

Kecelakaan terjadi lokasi rawan di lintasan tengkorak etepatnya di tikungan Cikidang, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang.

Menurut sejumlah saksi mata, kecelakaan terjadi pada satu dari lima  bus rombongan wisata yang hendak berlibur di obyek wisata Arung Jeram. 

Bus wisata dengan nomor polisi B 7025 SGA  yang berangkat dari Bogor secara tiba tiba terjun ke jurang. Seluruh penumpang merupakan karyawan PT Wisata Catur Putra Grup.

"Satu unit yang berisi penumpang wisata arung jeram mengalami kecelakan di kawasan tapal kuda. Kecelakaan bus masuk jurang menyebabkan 14 penumpang tewas dan sebagian penumpang ada yang mengalami luka serius dan ringan," kata salah seorang saksi mata, Sodikin.

Dengan dibantu warga sekitar, petugas lalu lintas Mapolresta Sukabumi mengevakuasi seluruh  korban. Tidak hanya dibawa ke RSUD Palabuhanratu, korban juga dievakuasi petugas ke RSUD Sekarwangi, Cibadak.

 "Diperkirakan jumlah korban meninggal dan luka masih berdatangan. Tim medis tengah berupaya melakukan penanganan media di ruangan IGD," kata petugas jaga RSUD Palabuhanratu, Wawan.

Kepala Kepolisian Resort Sukabumi AKBP Nasriadi masih terus melakukan serangkaian penyelidikan terkait dua kecelakaan yang terjadi wilayah hukumnya. Kecelakan yang banyak menewaskan itu diduga karena pengemudi  tidak bisa mengontrol laju bus yang dikendarainya.

"Kendati masih dalam penyelidikan, diduga kuat sopir tidak bisa mengendalaukan laju kendaraan. Bus masuh jurang dengan kedalaman lebih dari 30 meter," katanya.***

Bagikan: