Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Disangka Kecelakaan, Hansip Muda Ini Ternyata Pencuri Sepeda Motor

Gelar Gandarasa

INDRAMAYU, (PR).- Kepolisian Resor Indramayu mengamankan terduga begal pe­kan lalu. Tersangka yakni Roni (21) merupakan seorang hansip yang bekerja di Karawang. Roni bersama komplotannya kerap beraksi memetik motor di wilayah pantura Indramayu.

Terakhir kali Roni mencuri motor di wilayah Sumuradem, Ka­bu­paten Indramayu. Ketika itu, Walam pemiliki motor tengah menunggu istrinya yang melahirkan. Tiba-tiba sepeda motor matik miliknya digondol Roni dan kedua temannya. 

Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin menerangkan, saat hendak lari pelaku keburu diteriaki maling oleh warga. Warga yang geram pun mengejar tersangka ke arah jalur pantura dengan kencang. 

Apes bagi pelaku, saat dikejar warga sudah mendapati tersangka terkapar di tengah jalan. Ternyata motor curian yang diken­darai Roni terlibat kecelakaan dengan sebuah truk tronton. ”Pe­laku terkapar di badan jalan,” kata Arif, Minggu 2 September 2018.

Tak menunggu lama warga yang kesal pun lantas menghakimi Roni dengan pukulan hingga bonyok. Tersangka pun harus di­ra­wat sementara di RSUD Patrol. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan oleh tim medis. 

Arif mengatakan, warga sekitar sempat mengira bahwa Roni sang hansip adalah korban kecelakaan. Warga pun tadinya hendak membe­rikan pertolongan pertama kepada tersangka.

Namun, setelah korban tiba, warga baru mengetahui bahwa motor yang dikendarai Roni merupakan motor curian. Roni pun setelah dihakimi dibawa ke Balai Desa Sumuradem sebelum dise­rah­kan ke polisi. ”Tersangka menderita luka lebam-lebam di muka dan sekujur tubuhnya,” ujarnya. 

Mengaku mencuri demi beli obat istri



Arif mengatakan, Roni mengakui perbuatan tersebut. Dia mengaku mabuk saat mencuri motor. Pelaku beralasan tidak me­miliki pilihan lain untuk menebus obat istrinya Rp 8 juta.

Namun, polisi tidak percaya begitu saja terhadap pengakuan si hansip. Apalagi sebulan terakhir ada tiga kasus pembegalan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Patrol. Para pembegal kerap beraksi pada malam hari dengan mengincar para korban yang le­ngah. 

Dalam menyikapi kasus pembegalan polisi pun serius turun ta­ngan. Bahkan, pada akhir tahun 2018 ini wilayah Indramayu ditargetkan bebas begal dan minuman keras. Apalagi tahun depan masyarakat akan menyambut pesta demokrasi.

Sementara itu, ratusan warga Kabupaten Indramayu mendek­la­rasikan pemilu damai. Massa yang terdiri atas berbagai ka­langan itu secara bersama mengucapkan ikrar damai. 

Mereka se­pakat menjaga keamanan selama pada masa pemilu nanti sehingga tak terjadi konflik apa pun. ”Dengan adanya deklarasi ini kita ber­harap warga Indramayu jangan sampai saling menghujat,” ka­tanya. Warga pun diminta agar saling menghormati pilihan ma­sing-masing.***

Bagikan: