Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Badai petir, 21.1 ° C

Sumbangan untuk Korban Gempa Lombok Digondol Maling

Agus Kusnadi
PETUGAS polisi Polsek Pangandaran tengah melakukan olah TKP di lokasi kejadian pencurian di SDN 1 Sidomulyo Pangandaran, Jumat, 31 Agustus 2018.

PANGANDARAN, (PR).- Kawanan pencuri berhasil menggondol uang sumbangan untuk korban gempa bumi Lombok Nusa Tenggara Timur yang dikumpulkan oleh pihak sekolah SDN 2 Sidomulyo Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. 

Bukan hanya uang sumbangan saja, kawanan pencuri juga berhasil menggondol barang elektronik dan material lainnya. Menurut Parsono dan Maryono guru SDN 2 Sidomulyo, pencurian yang diduga dilakukan lebih dari satu orang itu dilakukan pada malam dini hari. Dan kejadian itu diketahui setelah salahsatu Komite sekolah, Darsono melaporkan bahwa barang-barang di sekolah ada yang hilang dirinya menduga telah disatroni pencuri. 

"Ketahuannya sekitar jam 06.30 pas membuka kunci pintu dan hendak menyapu ruangan guru," ungkap Paryono, Jumat, 31 Agustus 2018.

Paryono menduga, untuk memasuki ruangan guru kawanan pencuri masuk naik jendela yang sudah dicongkelnya. Lalu mengambil barang-barang berupa printer, lima kaleng cat tembok dan uang sumbangan dalam kotak amal yang sudah terkumpul sekitar 700 ribuan rupiah.

"Soalnya pada daun jendela ada bekas congkelan dan saat diketahui jendela sudah terbuka," ujarnya. 

Uang sumbangan yang raib itu kata Paryono, untuk korban gempa Lombok hasil sumbangan dari siswa dan para guru. Mengetahui telah terjadi tindak pidana pencurian tersebut, pihak sekolah langsung melaporkan ke Mapolsek Pangandaran. Tidak lama kemudian beberapa petugas Satuan Reskrim Polsek Pangandaran langsung mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan.

Paryono mengatakan, tidak ada penjaga sekolah ketika pada malam hari dan tidak ada pemasangan CCTV di gedung sekolahnya, sehingga petugas polisi mengalami kesulitan untuk melacak pelaku pencurian yang menurut Paryono pihak sekolah mengalami kerugian sekitar 6 juta rupiah akibat pencurian tersebut.

Hanya saja, petugas telah memintai salah satu saksi yang merupakan warga setempat. Katakan saja Mbah Sarmi (65) warga Dusun Bantarkalong Desa Sidomulyo. Mbah Sarmi mengaku telah memergoki yang diduga kawanan pencuri yang tidak dikenalnya itu di depan rumahnya.

Karung warna putih



Menurut mbah Sarmi, pada malam itu sekitar pukul 01.00 dirinya mengaku belum tidur dan masih nonton televisi bersama dua cucunya. Tiba-tiba dikagetkan dengan suara motor yang berhenti dan suara orang di depan rumahnya. "Saya langsung keluar, ternyata ada tiga orang pake motor sendiri-sendiri. Mereka menanyakan jalan. Saya bilang tidak ada jalan ini jalan buntu," ujar Mbah Sarmi menerangkan percakapannya dengan tiga orang yang tidak dikenalnya itu. 

Saat itu Mbah Sarmi mengaku tidak merasa curiga kepada tiga orang yang tidak dikenalnya itu. Hanya saja dirinya melihat satu dari tiga orang itu membawa karung berwarna putih. "Karungnya warna putih ada isinya penuh ditumpangkan diatas motornya," ujar mbah Sarmi, seraya dirinya menduga bahwa ketiga orang itu bukan warga Desa Sidomulyo dan merupakan orang jauh.  "Soalnya mereka tidak tahu jalan," katanya.

Ditempat terpisah Kapolsek Pangandaran, Kompol Suryadi menghimbau kepada pihak sekolah agar lebih berhati-hati dan memasang petugas jaga serta memasang kamera CCTV di gedung sekolahnya. Hingga saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan atas kasus tindak pidana pencurian tersebut di SDN 2 Sidomulyo Pangandaran.***

Bagikan: