Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.9 ° C

Masuk Kawasan Megapolitan, Karawang Enggan Lepas Julukan Lumbung Padi Nasional

Dodo Rihanto
PETANI memanen padi yang rusak akibat terserang hama tikus dan keong di sawah.*
PETANI memanen padi yang rusak akibat terserang hama tikus dan keong di sawah.*

KARAWANG, (PR).- Sebagai daerah yang diapit dua wilayah megapolitan, Kabupaten Karawang dipastikan bakal menjadi bagian dari wilayah tersebut. Atas alasan itu, Kabupaten Karawang sejak saat ini terus membenahi pola ruangnya untuk bermetamorfosa menjadi bagian dari kota megapolitan tersebut.

Pola ruang yang disiapkan, di antaranya memisahkan kawasan industri dengan areal pertanian yang telah ada sejak dulu. Dengan demikian, kendati Kabupaten Karawang nantinya akan menjadi bagian dari kawasan megapolitan, areal pertanian masih akan tetap ada. Bahkan, julukan Karawang sebagai daerah lumbung padi nasional akan tetap melakat kuat.

Demikian dikatakan Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang, Eka Sanatha, saat diminta tanggapannya terkait pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro soal perkembangan kota hingga 2045 mendatang. "Intinya kami selalu mendukung program pembangunan Pemerintah Pusat," kata Eka, Kamis, 30 Agustus 2018.

Disebutkan, sejauh ini ada beberapa pola ruang Karawang yang disesuikan dengan program pusat. Di antaranya, ruang untuk lintasan kereta api cepat, pembangunan Tol Jatiasih-Sadang, termasuk tol elevated Jakarta-Cikmpek.

Eka menyadari, jalur transportasi milik pusat yang menghubungkan Jakarta-Bandung itu akan berdampak pada kondisi lalu-lintas di dalam perkotaan Karawang. Oleh sebab itu, Karawang pun telah mempersiapkan sejumlah jalur baru dan meningkatkan status jalan yang telah ada.

"Kami akan membangun jalan dan jembatan baru di 2019, khususnya akses yang menuju kawasan industri. Hal itu untuk mengurai kemacetan yang kerap melanda wilayah kota," kata Eka.

Sementara, lanjut Eka, jalan kabupaten yang naik status menjadi jalan provinsi tahun 2017 lalu adalah jalur Cilamaya-Johar-Badami hingga ke perbatasan dengan Kabupaten Bogor. Dengan naiknya status jalan itu kualitasnya pun dipastikan akan meningkat pula.

Sumber air



Hal lain yang menjadi perhatian Pemkab Karawang, lanjut Eka, adalah menyiapkan sumber air bagi warga kota. Pemkab telah mengusulkan ke pusat agar ada bendungan pada aliran Sungai Cibeet, sungai yang memisahkan Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi.

"Bendungan itu nantinya bisa berfungsi ganda, yakni mencegah banjir dan menyimpan stok air," kata dia.

Menurut Eka, rencana pembangunan Bendungan Cibeet itu sudah dikaji Pemerintah Pusat. "Mudah-mudahan cepat terwujud," kata Eka penuh harap.

Dari segi pemukiman penduduk, kata Eka, Pemkab Karawang telah mengusulkan agar ada hunian vertikal yang terintegrasi dengan kawasan industri. Hal itu dipastikan bakal mengurangi tingkat kemacetan, karena para buruh tinggal di dekat tempat kerjanya masing-masing.

Eka mengaku sudah ada tiga investor yang berminat membangun hunian vertikal di sekitar kawasan industri Surya Cipta. Diharapkan, rencana itu tidak terkendala.***

Bagikan: