Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 27.6 ° C

Jokowi Jamu Anwar Ibrahim di Bogor, Bahas Hubungan Bilateral dan Kelapa Sawit

Yusuf Wijanarko
PRESIDEN Joko Widodo menerima kunjungan pemimpin Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor, Kamis 30 Agustus 2018.*
PRESIDEN Joko Widodo menerima kunjungan pemimpin Partai Keadilan Rakyat Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor, Kamis 30 Agustus 2018.*

BOGOR, (PR).- Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis 30 Agustus 2018 sekira pukul 9.00 WIB.

Saat menerima Anwar Ibrahim, Jokowi didampingi sejumlah pejabat di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Seskab Pramono Anung.

Setelah mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut, Retno Marsudi mengatakan bahwa kunjungan Anwar Ibrahim merupakan bentuk silaturahmi.

"Pak Anwar silaturahmi kepada Presiden. Tanggal 5 Agustus kan Pak Anwar Ibrahim sudah menjadi presiden dari Partai Keadilan Rakyat menggantikan Wan Azizah Wan Ismail," katanya.

"Beliau (Anwar Ibrahim kan bolak-balik ke Indonesia dan saya kira wajar karena intensitas Beliau berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden, mengobrol dengan Presiden," katanya seperti dilaporkan Antara.

Retno Marsudi mengatakan, Jokowi dan Anwar Ibrahim banyak bertukar pikiran terkait berbagai hal.

"Pak Anwar Ibrahim menyampaikan salam dari Tun (Mahathir Mohamad) karena dua hari sebelum bertemu Presiden, dia bertemu dengan Tun," katanya.

Menurut Retno Marsudi, Mahathir Mohamad menyampaikan kesan yang sangat baik dan berkomitmen terus memperkuat hubungan antara Malaysia dengan Indonesia.

Retno Marsudi pun mengutip perkataan Anwar Ibraihm yang   menyatkan habwa saat ini merupakan waktu yang sangat tepat bagi Indonesia dan Malaysia untuk mempererat hubungan diplomatik.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi menyampaikan harapan dan menitipkan keberadaan warga negara Indonesia di Malaysia.

Jokowi juga meminta dukungan terkait pentingnya melanjutkan kerja sama dalam memperjuangkan komoditas kelapa sawit secara bersama-sama di pasar dunia yang kerap disudutkan.***

Bagikan: