Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Air Lindi TPA Cipayung Dibuang ke Kali Pesanggrahan

Bambang Arifianto
Air lindi dari kolam penampungan mengalir ke Kali Pesanggrahan di dekat TPA Cipayung, Kota Depok, Kamis, 30 Agustus 2018. Kondisi air lindi yang hitam pekat dan berbau menuai sorotan warga.*
Air lindi dari kolam penampungan mengalir ke Kali Pesanggrahan di dekat TPA Cipayung, Kota Depok, Kamis, 30 Agustus 2018. Kondisi air lindi yang hitam pekat dan berbau menuai sorotan warga.*

DEPOK, (PR).- Pengolahan air lindi‎ atau limbah cair sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Kota Depok menuai sorotan. Pasalnya, lindi TPA tersebut masih dibuang ke Kali Pesanggrahan dengan kondisi hitam pekat dan berbau. 

Warga pun sudah tak bisa menggunakan air Pesanggrahan untuk keperluan sehari-hari. Pantauan "PR", Kamis, 30 Agustus 2018, kolam pengolahan air limbah yang berdiri di area TPA tampak berwarna hitam. Lindi yang mengalir dari gunungan sampah mengalir turun ke beberapa kolam penampungan di bawahnya.

Dari sana, lindi kemudian masuk saluran pembuangan yang berakhir di Pesanggrahan. Namun, kondisi air yang telah melalui kolam pengolahan dan digelontorkan ke Pesanggrahan tak jauh berbeda. Saat ditampung, lindi itu berwarna hitam pekat. Begitu pula ketika dibuang ke sungai, warna hitam lindi tampak kontras saat bercampur dengan air Pesanggrahan yang kecoklatan. 

Tak hanya hitam, lindi buangan itu berbau dan berbusa. Keadaan tersebut tak banyak berubah dengan pantauan "PR" beberapa waktu lalu. Kualitas air buangan sampah TPA tersebut tak menunjukkan perbaikan seperti lebih jernih dan hilang baunya.

Indah (19), warga Kampung Benda, Kelurahan/Kecamatan Cipayung mengakui kondisi itu. Dia ‎mengungkapkan khawatir bila menggunakan air sungai yang telah bercampur lindi itu.

"Kadang bau, kadang enggak, (warnanya) hitam," ucap Indah saat ditemui di kediamannya, Kamis, 30 Agustus 2018.

Pengukuran kualitas air



Meski tak memiliki bukti pengukuran kualitas atau baku mutu air, Febriansyah menduga pencemaran itu telah terjadi.

Tim kuasa hukum, tuturnya, berencana melakukan pengukuran kualitas air Pesanggrahan yang telah tercampur lindi. Pengukuran dilakukan guna mengukur dan memastikan kualitas air tersebut telah atau belum melampaui baku mutu air yang ditetapkan pemerintah. 

Pengukuran kondisi air juga bisa menjadi bukti lain yang diajukan dalam gugatan warga di persidangan. Saat ini, lanjut Febriansyah, tim telah memiliki bukti-bukti dugaan pencemaran lindi berupa kesaksian warga dan dokumentasi.

Tim kuasa hukum melakukan pula pendataan terkait kemungkinan adanya warga yang menjadi korban pencemaran itu. 

Febriansyah tak habis pikir dengan pengelolaan TPA Cipayung yang mengkhawatirkan. ‎"Saya heran kalau bertahun-tahun enggak ada solusi," ucapnya.

Padahal sejumlah warga sempat menyurati Pemkot Depok terkait terganggunya kualitas hidup masyarakat akibat kehadiran TPA. Akan tetapi, Pemkot tak merespon dan membalas surat keluhan warga.

DPRD Depok yang justru merespon dan sempat beraudiensi dengan masyarakat. Menurut dia, TPA Cipayung berdiri pada sekitar 1989. Saat itu, kondisi lingkungan TPA masih bagus karena tumpukan sampah belum menggunung dan warga yang bermukim di sekitarnya belum banyak. 

Pada 2000-an, volume sampah dibuang bertambah banyak dan Pemkot menjadikannya tempat pembuangan akhir. Akibatnya, persoalan lingkungan seperti pencemaran udara/bau dan air (resapan air dan sungai) mulai mengemuka. 

Uji lab



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok Etty Suryahati menyatakan, pemerintah telah melakukan upaya maksimal dalam mengatasi persoalan air lindi TPA Cipayung.

"Nanti kita lakukan uji lab," ucap Etty saat dihubungi "PR", Kamis siang. Dia mengaku, pengukuran kualitas lindi yang dibuang ke sungai tersebut pun telah dilakukan.

Namun, Etty tak bisa memastikan kondisi terakhir Pesanggrahan yang telah tercampur limbah cair TPA Cipayung. Soalnya, dia lupa lagi hasil pengukurannya. 

"Saya lupa lagi hasilnya, takut salah (kalau disebut)," ujar Etty. Dia menambahkan, pengolahan lindi dilakukan dengan mencampur bakteri atau zat kimia tertentu ke dalam limbah itu.***

Bagikan: