Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Dua Bulan Krisis Air di Karawang, Kambing pun Makan Rumput Kering

Dodo Rihanto

RATUSAN jeriken dan bak plastik terlihat berjejer rapi di tepi jalan Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Rabu 29 Agustus 2018. Sementara puluhan ibu rumah tangga dan kaum lelaki bertelanjang dada berkumpul tidak jauh dari deretan jerigen tersebut.

Seratus meter dari lokasi itu, sekumpulan kambing kurus memakan rumput dan daun kering yang ada di sekekitarnya. Sebagian hewan itu mengembik kehausan.

Pemandangan seperti itu telah berlangsung sejak dua bulan terakhir ini. Warga sengaja menyimpan jerigen dan alat penampungan air lainnya menunggu kiriman air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sejak hujan tak lagi mengguyur wilayah Kabupaten Karawang, ada ribuan warga di sembilan desa di dua kecamatan mengalami krisis air bersih. Setiap hari mereka menunggu pasokan air bersih dari Pemkab dan instansi lain yang peduli terhadapnya.

Air bersih yang mereka terima pun sangat terbatas jumlahnya, hanya cukup untuk minum, memasak dan berwudu. Sementara untuk mandi dan mencuci, warga harus berjalan ribuan meter menuju sumber mata air yang masih menyisakan air. "Krisis air bersih ini sudah kami alami sejak dua bulan terkahir ini," ujar Wardi, salah seorang warga Desa Kutalanggeng. 

Menurut Wardi, kendati desanya berada di kaki Gunung Sirnalanggeng, tapi tidak ada sumber air bisa dimanfaatkan saat musim kemarau. Sejumlah sumur milik warga, kini kering kerontang. 

Satu-satunya sumber air yang masih menyisakan sedikit air hanya Sungai Cicaban yang letaknya sekira dua kilo meter dari desa. Namun air sungai tidak bisa digunakan untuk minum dan memasak karena warnanya tidak jernih lagi.

"Kami hanya bisa menunggu air bersih kiriman Pemkab Karawang. Setiap pagi, kami harus menyialkan jerigen di jalan desa, menunggu mobil tanki air lewat," kata Wardi.

Setiap kemarau



Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Karawang, Muhammad Jaenudin, membenarkan keterangan Wardi. Menurutnya ada empat desa di Kecamatan Tegalwaru dan lima Desa di Kecamatan Ciampel yang mengalami krisis air bersih setiap kemarau tiba.

Empat Desa di Kecamatan Tegalwar adalah Desa Cintawargi, Kutalanggeng, Cintalaksana,  dan Cintalanggeng. Sementara di Kecamatan Pangkalan adalah Desa Mulangsari, Cintasih, Tamansari, Tamanmekar, dan Jatilaksana.

"Namun tidak semua dusun di sbilan desa itu mengalami krisis air bersih. Sebab, ada beberapa dusun yang memiliki sumber air yang masih bisa digunakan untuk minum dan memasak," kata Jaenudin.

Menurutnya, bagi dusun yang tidak lagi punya sumber air, harus dikirim air bersih setiap hari. "Ini menjadi tanggung jawab kami. Setiap hari kami mengirimkan air ke warga sebanyak lima rit mobil. Dalam satu rit ada 5 ribu liter air yang dibagikan kepada warga. Jadi tiap hari kami mengirim 25 ribu liter air bersih untuk mereka," ujar Jaenudin memaparkan.

Dijelaskan, selain dari BPBD, bantuan air bersih juga datang dari PDAM, Kepolisian, dan TNI di Karawang. Hanya saja yang rutin melakukan pengiriman air tiap hari hanya BPDB. "Yang kami kirim adalah dusun-dusun yang memang sangat kritis membutuhkan air bersih," kata Jaenudin.***

Bagikan: