Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Klaim Keberhasilan Program Pemkab Bogor Dinilai Tak Objektif

Hilmi Abdul Halim

CIBINONG, (PR).- Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bogor memenuhi hampir seluruh penciri kabupaten termaju diragukan. Menurut pengamat kebijakan publik Yus Fitriadi, keberhasilan pemerintah harus diukur dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap 25 penciri yang ditetapkan tersebut.

"Pemkab Bogor hanya menggunakan alat ukur dari kelembagaan internal. Karena itu wajar bila nilainya hampir dipastikan baik," kata Yus, Minggu 26 Agustus 2018. Menurutnya, survei tingkat kepuasan publik seharusnya dilakukan pihak eksternal pemerintah untuk menciptakan objektivitasnya.

Menurut data di Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah setempat, hanya dua dari 25 penciri yang belum tercapai menjelang akhir masa jabatan Bupati Nurhayanti tahun ini. Menurut Yus, keberhasilan itu hanya berdasarkan penilaian administratif.

Dua penciri yang belum tercapai ialah pembangunan Poros Tengah Timur (Jalur Puncak II) dan Angka Harapan Hidup. Yus meragukan pencapaian pemerintah walaupun pada laporan akhir pertanggungjawaban bupati nanti disebutkan keduanya pun bisa dicapai.

Tanggung jawab selesai



Bupati Bogor Nurhayanti berdalih telah menyelesaikan tanggung jawab pemerintah daerah dalam proyek pembangunan Jalur Puncak II. Sekaligus sebagai upaya mewujudkan satu dari 25 penciri kabupaten termaju hingga akhir masa jabatannya pada 2018.

"Memang agak berat, kelihatannya tidak akan mungkin (merealisasikan Jalur Puncak II pada akhir 2018). Karena memang kita yang menyiapkan lahan, tapi (pembangunan) fisiknya oleh pusat," kata Nurhayanti. Menurutnya, anggaran daerah saja tidak akan cukup membiayai pembangunan tersebut.

Saat ini, proyek tersebut bahkan telah dimasukkan dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2005-2025. Keputusan itu disampaikan dalam Musyarawah Rencana Pembangunan yang diikuti unsur pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.

Sementara untuk AHH, Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis mencapainya. Hal itu akan disampaikan dalam Laporan Kerja Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPj AMJ), Oktober 2018 mendatang seperti dikatakan Kepala Bappeda Litbang setempat Syarifah Sofiah.

AHH ditargetkan mencapai 70,94 tahun pada akhir jabatan bupati periode sekarang. Namun, Syarifah mengakui AHH daerahnya saat ini baru mencapai 70,68 tahun. "AHH tinggal 1,2 tahun lagi jadi masih bisa terkejar akhir tahun ini," kata Syarifah meyakinkan.

Pencapaian target itu menurutnya perlu peningkatan koordinasi lintas sektoral. Ia beralasan, pencapaian AHH dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kesehatan masyarakat, sanitasi lingkungan dan lainnya.***

Bagikan: