Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.2 ° C

Mochamad Iriawan: Infrastruktur Milik Rakyat Kecil

Yusuf Wijanarko

BOGOR, (PR).- Dalam dialog nasional bertema Indonesia Maju-Pertumbuhan Industri Transportasi di hotel Puri Begawan, Kota Bogor, Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan mensosialisasikan sejumlah infrastruktur yang telah dan sedang dibangun di Jawa Barat yang bertujuan membuka konektivitas antardaerah.

"Hari ini kami ingin menjelaskan agar masyarakat tahu bahwa banyak sekali pembangunan yang kami buat. Ini penting agar masyarakat tahu yang kita lakukan dan dapat menangkap kesempatan itu untuk maju," kata Mochamad Iriawan, Sabtu 25 Agustus 2018.

Dari paparannya, Mochamad Iriawan menyebutkan bawha di wilayah barat, proyek strategis nasional yang kini tengah dibangun yaitu tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), akan mulai dioperasikan pada September 2018 mendatang.

Pada saat yang sama, pemerintah juga sedang membangun jalur kereta api double track dari Cigombong ke Cicurug Sukabumi. Sementara untuk Light Rail Transit Jabodetabek yang semula di jalur selatan dari Cawang hanya sampai Cibubur kini akan diperpanjang sampai ke Kota Bogor.

"Jadi, kami akomodasikan apa yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

dalam siaran persnya, dia mengatakan, untuk sektor udara, rencananya akan dibangun Bandar Udara di Cikembar Sukabumi. Hal itu dilakukan untuk menopang kawasan wisata di Sukabumi bagian selatan terlebih telah masuknya Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark.

Menurut Mochamad Iriawan, pemerintah pusat telah menyetujui lokasi Bandara tersebut dan akan membantu biaya pembebasan lahan yang diperkirakan mencapai Rp 500 miliar.

"Alhamdulillah direspons oleh pemerintah pusat dan akan membantu pembebasan lahannya," katanya.

Untuk wilayah tengah Jabar, Mochamad Iriawan sudah menggagas dibangunnya jalan layang Pasirkoja-Pasupati di Bandung. Hal itu diharapkan akan menjadi pemecah kemacetan dari jalur selatan ke wilayah utara dan tengah Kota Bandung. Menurut Mochamad Iriawan, gagasannya tersebut sudah dilaporkan ke pemerintah pusat dan mendapat sambutan yang positif.

"Saya sudah lapor ke Kementerian PU dan Pera dan sudah menyanggupi. Ini akan menjadi ikon tambahan Kota Bandung," ucapnya.

Untuk mendukung Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Majalengka yang kini sudah mulai beroperasi, tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang akan terhubung ke Bandara terbesar kedua di Indonesia tersebut tengah dikebut pembangunannya. Ditargetkan, seksi 1 dan seksi 2 akan rampung di penghujung tahun 2019.

Tak kalah pentingnya adalah pembangunan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya akan diperpanjang hingga ke Cilacap Jawa Tengah sepanjang 185 kilometer.

Selain proyek strategis nasional bidang transportasi lainnya yang sedang dibangun yaitu proyek Cikarang-Bekasi-Laut, pelabuhan Patimban di Subang, revitalisasi Bandara Nusawiru di Pangandaran, dan Lanud Wiradinata di Kota Tasikmalaya.

Mochamad Iriawan mengatakan, Jawa Barat harus unggul dan paling maju diantara daerah lain. Semua pembangunan di Jawa Barat diperuntukkan bagi masyarakat kecil agar kesejahteraannya meningkat.

"Pembangunan infrastruktur di Jabar harus banyak, wajar seorang Gubernur mau daerahnya unggul dari daerah lain dan jangan dikatakan infrastruktur itu milik kalangan atas, tidak, justru untuk rakyat kecil," ujarnya.

Dalam kesempatan dialog nasional tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga turut menyampaikan paparan mengenai proyek-proyek pembangunan secara nasional. Dialog tersebut disaksikan langsung oleh ratusan masyarakat dan pelajar dari Kota Bogor.***

Bagikan: