Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 22.7 ° C

Kota Tasikmalaya Siaga Kekeringan, Pendistribusian Air Diintesifkan

Windiyati Retno Sumardiyani
Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya mendistribusikan air bersih ke Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, 18 Agustus 2018. Dari 115 desa terdampak bencana kekeringan, belum seluruhnya mendapatkan pasokan air bersih.*
Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya mendistribusikan air bersih ke Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu, 18 Agustus 2018. Dari 115 desa terdampak bencana kekeringan, belum seluruhnya mendapatkan pasokan air bersih.*

TASIKMALAYA,(PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga 30 November 2018 mendatang. Ketetapan status siaga darurat kekeringan dikeluarkan sejak 1 Agustus 2018 mengingat daerah terdampak bencana kekeringan di Kota Tasikmalaya semakin meluas.

“Seminggu ini sudah ada laporan penambahan titik  daerah terdampak bencana kekeringan di Kota Tasikmalaya. Untuk pendistribusian air bersih sampai hari ini Alhamdulilah tidak ada kendala, justru intensitas pemberian air bersih ditingkatkan dari satu titik seminggu sekali, sekarang jadi tiga hari sekali,” ujar Manajer Pusat Data dan Operasi BPBD Kota Tasikmalaya Harisman kepada “PR”, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Berdasarkan data BPBD Kota Tasikmalaya, Sabtu, 18 Agustus 2018, sebanyak 23.399 jiwa atau 7.048 keluarga di 13 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan dilaporkan terdampak bencana kekeringan. Bencana kekeringan terparah terjadi di Kecamatan Kawalu yakni di Kelurahan Urug, Gunung Gede dan Gunung Tandala dengan warga terdampak sebanyak 6.753  jiwa atau 2091 keluarga.

Disusul Kecamatan Purbaratu di Kelurahan Singkup, Sukamenak dan Sukajaya dengan total warga terdampak 6995 jiwa atau 1974 keluarga, serta Kecamatan Tamansari, dengan total warga terdampak 3.880 jiwa atau 1.440 keluarga.

“Saat ini sudah  355.000 liter air bersih yang kami didistribusikan ke masyarakat. Beberapa daerah yang kami prioritaskan adalah daerah yang benar-benar dianggap parah seperti wilayah SIngkup, Purbaratu,  Urug Kawalu, Rancapicung Setiawargi, Sirnagalih Indihiang, dan Sukajaya Purbaratu,” kata Harisman.

Selain mendistribusikan air bersih, BPBD Kota Tasikmalaya kata Harisman juga meminjamkan alat pengelola air baku sungai menjadi air layak pakai portabel. Peminjaman alat tersebut dilakukan secara bergilir tergantung permintaan warga.

“Biasanya dipinjamkan di  wilayah yang dekat dengan sumber air, supaya airnya bisa dimanfaatkan,” kata  Harisman.

Berikut data terdampak kekeringan di Kota Tasikmalaya, berdasarkan BPBD Kota Tasikmalaya:

1. Kecamatan Kawalu : Kelurahan Urug, Gunung Tandala, Gunung Gede

Total : 2091 keluarga atau 6753 jiwa

2. Kecamatan Purbaratu : Singkup, Sukajaya, Sukamenak

Total : 1974 keluarga atau 6.995 jiwa

3. Kecamatan Cipedes : Kelurahan Nagarasari, Cipedes

Total : 472 keluarga atau 1902 jiwa

4. Kecamatan Indihiang : kelurahan Sirnagalih

Total : 400 keluarga atau 1600 jiwa

5. Kecamatan Tamansari : Kelurahan Setiawargi

Total : 1440 keluarga atau 3880 jiwa

6. Kecamatan Cibereum : Kelurahan Margabakti

Total : 337 keluarga atau 1083 jiwa

7. Kecamatan Bungursari : Kelurahan Sukajaya

Total : 285 keluarga atau 950 jiwa

8. Kecamatan Mangkubumi : Kelurahan Cipari

Total : 49 keluarga atau 176 jiwa.***

Bagikan: