Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

20 Tahun Gelap Gulita, Kampung Sarijaya dan Batukoneng Kini Mulai Terang

Dodo Rihanto
Komandan Lanud Suryadarma Kalijati, Marsma T. Sembiring Meliala.
Komandan Lanud Suryadarma Kalijati, Marsma T. Sembiring Meliala.

KAMPUNG Sarijaya dan Batukoneng, Desa Puseurjaya Kecamatan Telukjambe Timur, hanya berjarak sekitar 8 Kilometer dari kantor Bupati Karawang. Bahkan, dua kampung itu dikelilingi ratusan pabrik besar karena memang lokasinya ada di tengah kawasan industri KIIC (Karawang International Industrial City). Namun siapa sangka jika kampung berpenghuni 300 kepala keluarga itu, puluhan tahun dirundung kegelapan.

Pihak PLN konon tidak mau menyabung aliran lisrik ke dua kampung itu. Alasannya, lahan yang mereka tempati murupakan areal hutan milik Perum Perhutani. "PLN mungkin tidak mau ambil resiko jika suatu saat rumah warga digusur pemilik lahan, sehingga perusaan itu tak mau mengabulkan permohonan kami yang ingin memasang listrik," ujar Agus, salah seorang warga Sarijaya, Selasa 14 Agustus 2018

Menurut dia, sebagian besar penghuni kampung adalah para petani penggarap lahan hutan. Selama puluhan tahun mereka tinggal di lokasi itu, jauh sebelum berdiri kawasan industri. Selama itu pula mereka hidup sederhana juga tanpa pasilitas listrik. Mereka hidup dalam kegelapan. Jika malam tiba, hanya beberapa lentera minyak tanah yang menerangi rumah kayu mereka. Padahal, saat ini di sekeliling kampung tersebut ribuan watt lampu listrik dari ratusan pabrik bersinar terang. Jadilah kampung itu ibarat titik hitam di atas bentangan kertas berwarna terang.

"Kegelapan" wagra dua kampung tersebut baru terobati saat sejumlah parjurit Angkatan  Udara dari Lanud Suryadarma Kalijati menginjakan kaki ke Sarijaya dan Batukoneng. Mereka datang bersama Yayasan Pilar Peradaban dan pihak swasta PT Cikarang Listrindo sambil membawa ribuan lampu LED dan seratus batarai basah (accu) yang biasa dipasang di mobil.  Hanya dalam hitungan hari, dua kampung tersebut kini mulai bercahaya di malam hari. Pasukan TNI AU dari Lanud Suryadarma Kalijati memberi cuma-cuma satu baterai dan lima lampu LED bagi setiap keluarga.



Lamtara



Menurut Komandan Lanud Suryadarma Kalijati, Marsma T. Sembiring Meliala, TNI AU sejak satu tahun silam memang membuat Program Lamtara (Lampu Tentara) Angatan Udara untuk rakyat. Sasarannya adalah kampung-kampung di daerah terpencil yang belum tersentuh aliran listrik. "Tahun 2017 silam, kami memberi bantuan Lamtara bagi seribu rumah di Desa Tenggulun, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang," ujar Sembiring.

Dikatakan, program tersebut dilanjutkan yang sasarannya adalah dua kampung di tengah kawasan industri KIIC. "Tahap awal kami memasang Lamtara di seratus rumah di Kampung Sarijaya dan Batukoneng. Selanjutnya, semua rumah di dua dusun ini akan dipasang Lamtara," katanya. Menurut Sembiring, melalu program itu tercipta tahline yang berbunyi Tentara AU datang, kampungku terang, hatipun senang. "Program ini akan berlanjut tahun berikutnya dengan sasaran kampung lain yang masih gelap," katanya.

Dijelaskan juga, lampu LED yang dipasang di rumah warga semuanya hasil produksi para siswa SMK Kalijati. Mereka membuat lampu itu atas bimbingan Yayasan Pilar Peradaban.  Setiap keluarga mendapat jatah lima lampu LED berikut satu baterai. Guna mengisi daya baterai, Lanud Suryadarma juga mengirim dua generator yang bisa dipakai oleh semua warga kampung.

Ketua Yayasan Pilar Peradaban, Ujang Koswara menyebutkan, setiap lampu LED yang diproduksi siswa SMK Kalijati itu hanya membutuhkan daya 1,5 watt. Sehingga, satu baterai bisa digunakan selama satu bulan dalam setiap keluarga. "Accu ini bisa dicas ulang sekali dalam sebulan. Generatornya kami siapkan," kata Uko, panggilan akrab Ujang Koswara.***

Bagikan: