Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Aniaya Istri hingga Tewas karena Terbakar Cemburu, Zeri Ditangkap Polisi

Bambang Arifianto
GARIS polisi terpasang di rumah kontrakan, RT/RW 05, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin 13 Agustus 2018. Di dalam rumah tersebut, Risna Sitinjak (30) ditemukan tewas.*
GARIS polisi terpasang di rumah kontrakan, RT/RW 05, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Senin 13 Agustus 2018. Di dalam rumah tersebut, Risna Sitinjak (30) ditemukan tewas.*

DEPOK, (PR).- Risna Sitinjak (30), perempuan yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya di RT/RW 05, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok diduga dibunuh suaminya. Pembunuhan tersebut ditengarai karena persoalan cemburu dan ‎pertengkaran rumah tangga.

Polisi pun menangkap suami Risna, Zeri (22), beberapa saat setelah geger penemuan mayat di kontrakan tersebut.

Kabar penangkapan suami Risna tersebut dibenarkan Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Bintoro. "Bahwa Pelaku pembunuhan berhasil ditangkap oleh team gabungan Ditreskrimum PMJ, Polres Depok dan Polsek Cimanggis," kata Bintoro seperti dalam pesan singkat yang diterima PR, Senin 13 Agustus 2018.

Sementara itu berdasarkan penuturan Yuyun (41), Zeri menganiaya dengan cara mencekik leher Risna.

Ia merupakan pemilik rumah kontrakan korban, dan mengaku sempat dimintai keterangan oleh polisi di Polsek Cimanggis. Di sana, Yuyun bertemu dengan suami korban yang diketahui bernama Zeri (22). Zeri, tuturnya, telah berada di dalam sel. Rambut Zeri yang juga sopir ojek online itu sudah digunduli.

"Dicekik terus ditinggal (di dalam rumah)," ucapnya saat ditemui di kediamannya tak jauh dari rumah kontrakan. 

Pintu rumah juga dikunci Zeri dari luar. Aksi kekerasan Zeri diduga menjadi penyebab kematian korban. Yuyun menuturkan, motif Zeri menganiaya isterinya karena cemburu dan kesal. Musabab kecemburuan tak dijelaskan Zeri. Dia hanya mengaku sudah sulit berkomunikasi dengan sang isteri.

"Istri saya sudah enggak bisa diajak omong-omong dengan baik," ucap Yuyun menirukan pengakuan Zeri. Pengemudi ojek online itu, lanjutnya, dicokok polisi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dia menambahkan, dua sejoli tersebut telah memiliki dua anak kecil yang dirawat mertua pihak suami. Yuyun mengenang Risna sebagai sosok perempuan yang baik dan ramah kepadanya.

Ditemukan setelah tiga hari meninggal



Penemuan jasad Risna terjadi pada Sabtu 11 Agustus 2018, sekira pukul 23.00 WIB. Ketua RT 05 Ican Teong (41) menuturkan, informasi penemuan mayat berasal dari warga. Awalnya, sebuah rumah kontrakan didatangi oleh dua pria yang merupakan teman korban. Mereka mendobrak pintu dan mendapati jasa korban. Penemuan tersebut membuat keduanya berteriak dan menangis. Tak ayal, warga pun berdatangan ke sana. "Baru warga tahu ada mayat," kata Ican saat ditemui "PR" di lokasi kejadian, Senin 13 Agustus 2018. Setelah pintu didobrak, warga mencium bau dari dalam rumah kontrakan itu.

Rupanya, tubuh Risna  telah membengkak dan diperkirakan telah tewas sekitar tiga hari lalu. Saat ditemukan, tubuh korban dalam posisi terlentang di atas tempat tidur.‎ Polisi pun berdatangan untuk melakukan penyelidikan. Mayat korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri, Jakarta Timut guna diautopsi.

Ican mengaku tak mengetahui banyak sosok Risna. Pasalnya, perempuan tersebut baru menempati rumah kontrakan dua bulan lalu. Dia pindah bersama suaminya yang berprofesi sebagai ojek dalam jaringan (daring). Menurutnya, korban dan suaminya jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. "Enggak nyampur sama warga yang lain," tuturnya.

Satu-satunya identitas yang dilaporkan dan diberikan pasangan suami istri tersebut kepadanya adalah surat pemberkatan pernikahan. Mereka tak memberikan KTP atau identitas lainnya ketika baru mendiami kontrakan. Namun kecurigaan mengarah kepada suaminya. Identitas suami korban terbilang misterius karena jarang terlihat di rumah. Bahkwan saat jasad Risna ditemukan, sang suami ternyata tak berada di rumah kontrakan. "Ditelfon, lakinya (suami korban enggak datang)," ucap Ican.

‎Kecurigaan semakin menguat karena pasangan suami itu sempat cek cok atau bertengkar pada Kamis 9 Agustus 2018 dini hari. Pertengkaran tersebut membuat Hansip yang tengah berjaga di pos keamanan turun tangan untuk melerai. "Cuma permasalahan apa kita enggak tahu," tuturnya.***‎

Bagikan: