Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Dengan Energi dari Pengurus Baru, Amphuri Kembangkan Umrah dan Wisata Halal

Sarnapi
KETUA Dewan Kehormatan Amphuri Cepi Wahyu Hidayat melantik pengurus PDP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau Amphuri Jawa Barat di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Senin 30 Juli 2018.*
KETUA Dewan Kehormatan Amphuri Cepi Wahyu Hidayat melantik pengurus PDP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau Amphuri Jawa Barat di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Senin 30 Juli 2018.*

PELANTIKAN pengurus baru Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau Amphuri Jawa Barat pada Senin 30 Juli 2018 berlangsung meriah. Sejumlah penari diiringi musik khas Sunda menjemput para pengurus baru lalu dipersilakan menuju panggung.

Pelantikan pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Amphuri Jabar menandai proses peralihan dari pengurus lama sekaligus memberikan energi baru. Apalagi, potensi pasar umrah di Jawa Barat cukup besar karena diperkirakan setiap hari ada sekitar 7.500 muslimin yang pergi umrah.

Hanya, di Jawa Barat juga terjadi beberapa kasus penipuan umrah dengan korban ribuan orang yang menjadi salah satu garapan Amphuri Jabar untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Jamaludin, masyarakat harus mengetahui biro-biro perjalanan umrah yang sudah berizin dan tidak berizin dari Kemenag.

"Pastikan pula lima pasti sebelum memilih biro umrah yakni pastikan izin operasional biro umrah, pastikan visa, pastikan program umrah, pastikan hotel, dan pastikan jadwal keberangkatan," ujarnya.

Selain itu, Amphuri Jabar juga akan mengembangkan program in bound agar bisa mendatangkan wisatawan dari luar negeri ke tanah Parahyangan.

"Kalau selama ini kita terus ditawari paket-paket wisata yang menarik dari luar negeri, mengapa kita tidak menawarkan paket menarik dari Jawa Barat? Saya yakin dengan alam yang indah, seni budaya yang kaya, dan keramahan warga akan mendatangkan banyak wisatawan ke Jawa Barat," katanya.

Sementara itu, Ajam Mustajam mengatakan, banyaknya kasus penipuan dalam penyelenggaraan umrah membuat Kemenag mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 8/2018 yang memperketat penyelenggaraan umrah oleh Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU). "Tiap PPIU

harus segera memberangkatkan jemaah umrahnya dan uang jemaah tidak boleh diputar atau diinvestasikan untuk kepentingan lain di luar umrah," katanya.

Menurut Ajam, Kemenag merevisi aturan tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah yang sebelumnya diatur lewat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18/2015. Ini isinya. "PMA Nomor 8 Tahun 2018 memuat ketegasan bahwa calon jemaah umrah selambat-lambatnya enam bulan  setelah mendaftarkan diri harus diberangkatkan atau tiga  bulan setelah melunasi," katanya.

Regulasi itu juga mengatur kalau uang calon jemaah umrah tak boleh dialokasikan untuk kepentingan lain.

"Semua biro umrah harus fokus ke ibadah, bukan bisnis dengan menginvestasikan uang jemaah. Regulasi baru tak membolehkan PPIU memutar setoran jemaah umrah untuk digunakan bisnis macam-macam," katanya.

Pengurus Amphuri Jabar lainnya yang dilantik adalah Wakil Ketua Herry Aswandi, Sekretaris Lennyriana Rosita, Bendahara Anna,Kabid Haji Saiful Bahri, Kabid Umrah Irfan, dan Kabid Komunikasi Rahmat Wildan.

Rahmat Wildan menyatakan, Amphuri Jabar juga berusaha mengembangkan wisata halal selain umrah dengan destinasi menarik seperti Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Cina, Malaysia, Azerbaijan, Masjid Aqsa, sampai Maroko dan Spanyol.

"Kami menjamin perjalanan dengan fasilitas makanan yang halal dan jadwal kunjungan yang baik tanpa melupakan ibadah," katanya.

Ibadah lebih indah di Mi'raj



Umrah maupun wisata religi tak sebatas beribadah dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Namun, keduanya juga mampu memberikan pendidikan karakter untuk pribadi maupun bagi perusahaan.

"Mi'raj Tour dan Travel berdiri pada akhir tahun 2013 awalnya dari keinginan memberikan pelayanan umrah berbasis pelatihan untuk memaknai lebih baik," kata Direktur Mi'raj Tour  dan Travel, Budi Prayitno, di kantornya Jalan Cihapit Nomor 41 Bandung, Selasa 7 Agustus 2018.

Dia menyatakan, jemaah umrah harus memberikan pengorbanan yang besar baik waktu maupun biaya sehingga harus dilayani dengan baik.

"Kalau ada pelatihan di hotel lalu para pesertanya bisa menangis, mengapa umrah tak bisa meninggalkan jejak yang mendalam dan indah bagi para pesertanya?" Ujarnya.

Tak heran apabila Mi'raj menentukan komitmen dengan memaknai lebih indah agar bisa membentuk karakter total bagi para pesertanya.

"Pembentukan karakter dimulai pelayanan awal dilanjutkan manasik sehari. Pelatihan diintensifkan di Madinah mulai dari pengenalan sejarah nabi sampai membuat komitmen dan muhasabah diri sebelum  berniat umrah di Masjid Bir Ali," katanya.

Sedangkan di Mekah juga diberikan muhasabah dan komitmen diri dari pukul 2.00 sampai salat Subuh karena berkaitan dengan tempat dan waktu yang mustajab untuk berdoa.

"Tiap hari seperti itu selama di Mekah karena kami ingin membiasakan ibadah agar bisa membentuk karakter yang baik," ujarnya.

Sementara itu, tawaf wada (perpisahan) laksana penutupan pelatihan untuk memperkuat tekad dan komitmen. "Setelah tawaf wada pembimbing meminta jemaah untuk mengucapkan komitmen seperti menjaga tauhid, menjaga salat wajib dan sunnah, menjaga Alquran, dan menjaga amanah sosial. Yakni, amanah keluarga, kantor, dan di masyarakat," katanya.

Khusus jemaah korporasi/perusahaan, menurut Ustaz Budi, dilaksanakan penulisan komitmen tiap karyawan di kertas saat berpakaian ihram sebelum berniat umrah.

"Para karyawan menuliskan komitmen diri untuk keluarga dan perusahaan menuliskan komitmen diri yang nantinya menjadi catatan bagi sumber daya manusia perusahaan tersebut. Bahkan, ada sejumlah korporasi memberikan pesanan khusus untuk pembentukan karakter karyawannya seperti disiplin waktu, kekompakan, dan lain-lain," katanya.

Selain Ustaz Budi Prayitno, terdapat pembimbing umrah lainnya seperti Ustaz Dadang Komarudin, Ustaz Agus Almuhajir, Ustaz Adang Hendarsyah, Ustaz Ali Alhusaeni, dan Ustaz Hari Firmansyah.

"Alhamdulillah Mi'raj sudah mengantongi izin sebagai Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPPIU) No. 63 sehingga sudah legal," ucapnya.

Merasa seperti keluarga



Mengikuti ibadah umrah dengan bergabung dalam biro perjalanan umrah ternyata tak sebatas masalah ibadah. Banyak hal yang tak terduga sebelumnya seperti suasana umrah yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

"Jemaah umrah hanya kenal sebentar saat manasik lalu mulai keberangkatan ke tanah suci. Namun, ketika sudah berjumpa dan tinggal satu atap di hotel Madinah dan Mekah langsung terasa akrab," kata jemaah umrah Makkah Utama Tour, Sofyan Muhammad Usin (50), ketika dihubungi, Senin 6 Agustus 2018.

Pengusaha sewa alat-alat berat ini menambahkan, sudah  tiga kali beribadah umrah melalui Makkan Utama Tour pimpinan KH. Saefuddaulah Mehir.

"Saya terakhir ikut umrah dengan Makkah Utama pada November 2017 lalu dan rencananya akan berangkat lagi pada  Oktober ini," ujarnya,

Dia memilih biro perjalanan umrah Makkah Utama Tour karena atas saran keluarga dan teman-temannya.

"Karena yang menyarankan banyak pihak sehingga saya tambah yakin. Berarti banyak orang yang merasa puas dengan pelayanan biro perjalanan umrah tersebut," ujarnya.

Selain itu, Sofyan juga melihat ketepatan janji-janji yang diberikan pihak biro perjalanan khususnya dalam pemberangkatan.

"Kalau biro perjalanan umrah menjanjikan berangkat lalu ternyata diingkari, maka tak bisa dipercaya lagi. Alhamdulillah selama ini Makkah Utama Tour selalu tepat waktu dan janjinya baik penerbangan, akomodasi, maupun makanan," ujarnya.

Apabila ada perubahan, kata Sofyan, maka akan diberitahu oleh stafnya sehingga jemaah umrah bisa memakluminya.

"Intinya jangan tergiur umrah dengan harga murah karena pemerintah sendiri sudah menentukan batas minimal biaya umrah Rp 20 juta. Pastikan dulu masalah izin operasional dan kinerja pelayanan selama ini," ucapnya.

Mengenai rasa kekeluargaan sesama jemaah umrah, Sofyan menambahkan, bukan hanya selama melaksanakan umrah, tapi juga setelah umrah.

"Kadang sesama alumni umrah satu angkatan bersilaturahmi lalu mengundang ustaz untuk mengisi pengajian. Jadi sudah seperti keluarga sendiri," katanya.

Mengenai pengalaman umrah, Sofyan mengatakan, pernah menggendong seorang ibu yang sudah lanjut usia saat kakinya terkilir.

"Waktu itu Ustaz Ifud mengajak jemaah untuk ziarah ke sekitar Masjidilharam, namun ibu sepuh tersebut terkilir kakinya. Akhirnya saya gendong ibu itu ke hotel yang jaraknya ratusan meter," katanya.

Sofyan mengatakan, menggendong ibu yang berusia 85 tahun tersebut ibarat menggendong orangtuanya yang kini sudah tiada.

"Baik ayah dan ibu kandung saya sudah meninggal dunia sehingga saya selalu teringat keduanya saat menggendong ibu sepuh tersebut," ucapnya.***

Bagikan: