Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 20.5 ° C

Dua Pembunuh Sopir Taksi Grab Ditangkap, Satu Masih Buron

Adang Jukardi
KAPOLRES Sumedang AKBP Hartoyo tengah menjelaskan tentang kronologis kejadian kasus pembunuhan terhadap korban sopir taksi online grab sekaligus penangkapan kedua pelakunya pada ekspos “Pengungkapan Perkara” di halaman Mapolres Sumedang, Selasa 7 Agustus 2018.*
KAPOLRES Sumedang AKBP Hartoyo tengah menjelaskan tentang kronologis kejadian kasus pembunuhan terhadap korban sopir taksi online grab sekaligus penangkapan kedua pelakunya pada ekspos “Pengungkapan Perkara” di halaman Mapolres Sumedang, Selasa 7 Agustus 2018.*

SUMEDANG, (PR).- Tim Buser (Buru Sergap) Satreskrim Polres Sumedang berhasil membekuk dua pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi Grab Suharto alias Alex. Alex dibunuh dua pelaku, antara lain L alias Upi dan R alias Ipin. Sementara satu orang pelaku  lagi beinsial  K alias Tono, hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

Tersangka L diringkus di Blok Pilang Desa Sukamelang, Kec. Kroya Kab. Indramayu,  Minggu 5 Agustus 2018 pukul  15.45 WIB. Malam harinya pukul 21.08, tim  Buser kembali menangkap tersangka R di Blok Pejaten RT 04/RW 02, Desa Rancawas, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Kedua pelaku dibekuk polisi, karena sebelumnya menganiaya sopir taksi Grab di dalam mobil Daihatsu Xenia silver metalik nopol B 2256 TFY milik korban.  Setelah memukuli dan mencekik hingga korban tak berdaya, mereka membuang korban di kawasan hutan Perum Perhutani Blok Cinambo, Desa Gendereh, Buah Dua, Sumedang. Korban ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa di kawasan hutan tersebut, Selasa 31 Juli 2018 lalu sekira pukul 7.30 WIB.

Aniaya sopir taksi Grab demi uang dan mobil



Hingga kini, kedua tersangka masih mendekam dalam ruang tahanan Polres Sumedang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara tersangka K yang hingga kini buron, masih dalam pengejaran polisi. Mereka dijerat dengan pasal berlapis, antara lain pasal 338,365, 170 dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

“Alhamdulillah, kami bisa menangkap kedua tersangka dalam penyelidikan selama lima hari sejak kejadian. Dalam proses penyelidikannya,  kami dibantu Polda Jabar, Polda Metro Jaya dan pihak Grab yang proaktif membantu kami. Sehingga memudahkan dalam  mengungkap kasus ini,” kata Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo di sela ekspos perkara di Mapolres Sumedang, Selasa 7 Agustus 2018.

Ia mengatakan, motif para tersangka menganiaya sopir taksi Grab tersebut untuk  mencuri barang-barang dan mobil miliknya. Dalam menjalankan aksi kejahatannya, para tersangka secara bersama-sama menganiaya korban hingga tewas. Modus yang dilakukan, mereka memesan taksi online grab yang mau menerima orderan offline (borongan). Padahal telah ada maksud  mencuri.

“Guna mengantisipasi kasus ini tidak terulang kembali, diimbau kepada para sopir taksi online tidak melayani orderan offline. Apalagi kepada orang yang tak dikenal. Sebab, bukan mustahil di tengah perjalanan timbul niat jahat para pelaku untuk mencuri mobil dan barang-barang milik korban dengan cara kekerasan. Kami imbau juga kepada para sopir taksi online untuk menyimpan nomor-nomor penting kepolisian. Jika ada gelagat yang mencurigakan dari para penumpangnya, segera melapor kepada kepolisian,” tutur Hartoyo didampingi Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Dede Iskandar.***

Bagikan: