Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Dosen Sastra Jawa UI Dirikan Sekolah Budaya Jawa di Desa Senden Boyolali

Bambang Arifianto
Sejumlah siswa Sekolah Budaya Jawa berpose dengan jurnalis di Bukit Kinasih, Selo, Boyolali, Jumat 3 Agustus 2018. Sejumlah dosen FIB UI dirikan Sekolah Budaya Jawa Di Desa Senden, Boyolali.
Sejumlah siswa Sekolah Budaya Jawa berpose dengan jurnalis di Bukit Kinasih, Selo, Boyolali, Jumat 3 Agustus 2018. Sejumlah dosen FIB UI dirikan Sekolah Budaya Jawa Di Desa Senden, Boyolali.

DEPOK, (PR).- ‎Sejumlah dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) program Studi Jawa mendirikan Sekolah Budaya Jawa  di Desa Senden, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Sekolah tersebut dibuat untuk melestarikan budaya Jawa dan mengembangkan potensi wisata Desa Senden.

Peresmian Sekolah Budaya Jawa dilakukan pada Rabu 1 Agustus 2018 dengan dihadiri oleh wisatawan lokal serta turis mancanegara dari sejumlah negara. Sekolah Budaya Jawa itu diharapkan mampu mendukung perekonomian warga desa setempat serta memperkenalkan khasanah budaya Indonesia.

Awalnya, empat ‎dosen FIB UI yang diketuai Widhyasmaramurti mengagas pendirian Sekolah Budaya Jawa sebagai pilot project konsep sekolah yang menyatu dengan alam. Sekolah juga disuguhkan dalam bentuk paket wisata dengan minat khusus untuk mempelajari budaya dan bahasa Jawa. Peserta terbuka bagi nonpenutur bahasa Jawa yang ingin mempelajari budaya Jawa.

"Pada (tahap) pertama terdapat empat puluh siswa yang akan dididik di Sekolah Budaya Jawa ini. Mereka merupakan wisatawan dari dalam dan luar negeri seperti dari negara Tajikistan, Vietnam, Malaysia, Filipina, Bangladesh dan Afganistan," ucap  Widhyasmaramurti yang akrab dipanggil Mara tersebut dalam keterangan tertulisnya, Selasa 7 Agustus 2018. 

Para siswa pun belajar bahasa, budaya Jawa dan kesenian tradisional seperti gamelan, jathilan (tarian), ketoprak serta ritual panen hingga kebiasaan bertani dan beternak. Selain itu, mereka tinggal langsung bersama warga setempat dan turut menikmati kehidupan pedesaan yang dibalut dengan keindahaan panorama pegunungan.

Desa Senden adalah salah satu desa yang berada di bawah kaki Gunung Merbabu yang menyuguhkan paket lengkap wisata karena memiliki kawasan wisata alam, religi, budaya dan rekreasi. Potensi tersebut layak dijual sebagai obyek pariwisata pedesaan. Selain menyasar turis lokal, diharapkan Desa Wisata Senden melalui Sekolah Budaya Jawanya dapat menarik minat turis mancanegara melalui pengalaman pedesaan dan budaya serta keramahtamahan warga setempat.

Hibah



‎Program Pengabdian Masyarakat melalui Sekolah Budaya Jawa  dilakukan selama enam bulan  sejak April-September 2018. Dalam menjalankan programnya, Mara dan tim didukung dana dari hibah pengabdian masyarakat DRPM UI (Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI). Selama enam bulan tersebut, kegiatan terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama berlangsung pada April melalui perekrutan fasilitator desa untuk menjadi pengajar di Sekolah Budaya Jawa. Tahap kedua, berlangsung pada Mei, Juli, dan Agustus berupa lokakarya pembuatan paket & buku ajar, pendampingan penggunaan buku ajar untuk fasilitator desa, dan pendampingan penerapan buku ajar.

Tahap ketiga berlanjut pada Agustus, yaitu evaluasi uji coba Sekolah Budaya Jawa. Warga Desa sepenuhnya dilibatkan di dalam pembentukan Sekolah Budaya Jawa. Dengan bimbingan oleh para dosen prodi Sastra Jawa FIB UI diharapkan kelak mereka mampu mandiri memberikan pelajaran Bahasa dan budaya kepada para turis. Peserta juga ikut serta dala Festival Tungguk Tembakau yang berlangsung Rabu-Kamis, 1-2 Agustus 2018. Mereka melihat langsung upacara adat petani tembakau tersebut serta mengi‎kuti kirab keseniannya. Para peserta pun ikut mementaskan ketoprak dan jathilan dihadapan masyarakat. ***

Bagikan: