Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Kapal Terbalik di Perairan Indramayu, 13 ABK Hilang

Gelar Gandarasa

INDRAMAYU, (PR).- Kapal Nelayan asal Karangsong, Indramayu terbalik di perairan Indramayu, Jumat 3 Agustsu 2018 dini hari. Kapal Motor Bunga Hati II itu membawa 13 anak buah kapal atau ABK beserta perbekalan. Nasib awak kapal hingga kini belum jelas.

Kapal Motor Bunga Hati II berbobot 27 gross ton berasal dari Karangsong, Indramayu. Pemilik KM Bunga Hati II Guntur menjelaskan, kapal dilaporkan hilang kontak pada Jumat pukul 3.00 WIB. Saat itu, dia mendapatkan telefon dari salah seorang nakhoda asal Kalimantan.

Nakhoda itu mendapatkan informasi dari radio bahwa KM Bunga Hati II membutuhkan pertolongan. Posisi KM Bunga Hati II terakhir kali dilaporkan berada di perairan Indramayu pada titik koordinat 05 35' 50" S - 108 31' 00" E.

 “Saya langsung mencoba menghubungi KM Bunga Hati II lewat radio. Tapi hasilnya nihil,” katanya.

Dia menyatakan, saat dilaporkan hilang, ada empat kapal nelayan yang jaraknya tak jauh dari lokasi terakhir KM Bunga Hati II.

Kapal nelayan tersebut lantas bergegas bergerak ke lokasi untuk memberi pertolongan. “Yang paling pertama tiba adalah KM Jaya Mulya, kapal itu asal Indramayu,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, nakhoda KM Jaya Mulya melaporkan posisi KM Bunga Hati II sudah terbalik. Di sekitar kapal berserakan jaring-jaring kapal dan drum bahan bakar.

Akan tetapi, nakhoda tidak menemukan keberadaan satu pun ABK di sekitar kapal. Kendati demikian, harapan ABK selamat masih ada.

Pasalnya, kata dia, sebelum tiba di lokasi, nakhoda KM Jaya Mulya sempat melihat kapal kargo tak jauh dari KM Bunga Hati II.

“Mudah-mudahan selamat dibawa kapal besi itu (kargo). Pesan terakhir nakhoda KM Bunga Hati II meminta pertolongan karena kapal hendak terbalik,” ujarnya.

Tidak kelebihan muatan



Dia mengatakan, KM Bunga Hati II berangkat dari Karangsong Indramayu pada Kamis 2 Agustus 2018 sore. Kapal tersebut hendak mencari ikan di Laut Jawa.

“Kapal Bunga Hati II membawa perbekalan karena mau mencari ikan. Biasanya di laut sekitar dua bulan. Maksimal ABK yang bisa dibawa 14. Jadi, tidak ada kelebihan muatan,” ujarnya.

Keseluruhan ABK merupakan warga Indramayu. Mereka antara lain Maslani (nakhoda), Trisno, Herun, Hendra, Roni, Yono, Wardani, Yusuf, Bagja, Komang, Warno, Dian, dan Eeng.

Petugas gabungan langsung terjun untuk mencari kejelasan nasib 13 ABK. Hingga kini keberadaan para ABK masih ditelusuri oleh Basarnas.

Sementara itu, petugas juga sudah bersiaga di markas Polairud Karangsong Indramayu. Komunikasi dengan kapal penyelamat hanya bisa dilakukan lewat radio.

Kepala Satpolairud Karangsong Indramayu I Nyoman Oka mengatakan, petugas penyelamat memang sudah terjun ke lokasi. Sebagai langkah lanjutan, posko penyelamatan juga akan didirikan di Sumur Adem Indramayu.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden mengatakan, petugas Basarnas akan melakukan pencarian radius 6 mil dari lokasi terbaliknya KM Bunga Hati II.

“Petugas sudah terjun ke lokasi. Memang benar kapal yang pertama kali datang melihat kapal Bunga Hati II sudah terbalik dan jaringnya berserakan,” ujarnya.

Dia juga membenarkan kemungkinan ABK masih hidup. Soalnya, sebelum KM Jaya Mulya tiba di lokasi ada sebuah kapal kargo di dekat KM Bunga Hati II. “Mudah-mudahan selamat. Kami terus mencari. Saat ini angin sedang kencang,” katanya.***

Bagikan: