Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Sebelum Bunuh Diri, Elang Habisi Nyawa Istri

Ani Nunung Aryani

CIREBON, (PR).- Kasus dugaan pembunuhan pasangan suami istri di Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, Rabu 1 Agustus 2018 terungkap. Kuat dugaan, Elang Johar (68) dan Ratu Sureni (65) tidak dibunuh orang di luar rumah mereka. Melainkan Elang yang menghabisi nyawa istrinya, kemudian bunuh diri dengan menyayat lengan kirinya di dua titik dengan silet.

EJ diduga membunuh istrinya sendiri yang masih tertidur di kasur di ruang tengah. EJ kemudian menuju kamar belakang, untuk menghabisi nyawanya sendiri dengan mengiris lengannya dengan silet.

Menurut saksi seperti anak dan tetangga, tidak terdengar keributan di rumah EJ.

Aksi nekat diduga dilakukan EJ akibat depresi berat yang dideritanya. EJ sudah lama menderita kanker prostat, yang sudah dioperasi. Namun pascaoperasi, EJ terpaksa harus buang air besar melalui perutnya, karena duburnya harus dijahit.

Kondisi itulah yang diduga menjadi pemicu depresi yang mendorongnya melakukan aksi nekat.

Menurut Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota Ajun Komisaris Polisi Rynaldi Nurwan Sitindjak, hasil penyelidikan dan olah TKP mengarah kepada pelaku pembunuhan adalah EJ.  Yang kemudian bunuh diri.

Menurut dia, berdasarkan keterangan anaknya, EJ mengalami depresi berat yang sewaktu-waktu kambuh.

“Anaknya juga memberikan keterangan beberapa waktu yang lalu EJ pernah diajak berobat ke Bandung menggunakan mobil. Namun dalam perjalanan EJ merebut setir mobil yang sedang dikemudikan oleh saksi Dede Kusuma sehingga kendaraan oleng dan hampir terjadi kecelakaan,” katanya.

Kata Rynaldi, hasil autopsi yang dilakukan tim dokter di RS Bhayangkara Losarang Kabupaten Indramayu Selasa malam pukul 19.00 sampai 23.00, kematian Elang akibat pendarahan hebat. Luka iris atau sayat di pergelangan tangan kiri sisi depan dua buah pertama mengenai pembuluh darah (terputus) berukuran 4,5 cm x 02 cm x  1cm. Luka kedua berukuran 1 cm x 0,2 cm x 0,4 cm tidak mengenai pembuluh darah.

“Ditemukan juga luka iris di telunjuk tangan kanan berukuran 1 cm. Pada pemeriksaan dalam dijumpai tanda-tanda pendarahan hebat yang diperlihatkan dengan organ dalam tampak pucat,” katanya.

 

Istri dibacok hingga tewas



Sementara penyebab kematian Ratu Sureni, akibat kekerasan tajam berupa bacok di kepala sehingga terjadi kerusakan pada jaringan otak. “Pada kepala bagian belakang dasar hingga jaringan otak korban RS terfapat luka bacok. Selain itu juga luka bacok di leher sisi belakang dasar hingga tulang belakang daerah tengkuk,” paparnya.

Menurut Rynaldi, setelah membunuh istrinya dengan parang, kemungkinan EJ membersihkan parang dengan baju, yang ditemukan berlumuran darah.

“Karena parang yang ditemukan tertindih badan EJ relatif bersih,” katanya.

Sampai Rabu sore, tim inafis Polres Cirebon Kota kembali mengecek ulang TKP guna mencari silet yang digunakan EJ untuk menyayat pergelangan tangan kirinya sehingga mengenai urat nadi.   

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri ditemukan tewas berlumuran darah, Selasa 31 Juli 2018 pagi. Jasad keduanya ditemukan bersimbah darah di dua ruangan yang berbeda di rumahnya. Elang Johar ditemukan di kamar belakang dengan luka sayat di bagian tangan sebelah kiri.      

Sementara korban Ratu Sureni di temukan di ruang tengah dengan kondisi terdapat luka di kepala bagian belakang dan tengkuk leher belakang.  Yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Kedua jasad korban pertama kali ditemukan saksi Ratu Nani Rahayu, yang curiga. Soalnya sampai dengan pukul 9.00, rumah orang tuanya belum terlihat membuka jendela rumahnya.***

 ​​​​

Bagikan: