Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Polresta Depok Sebar Sketsa Penjahat Seksual Gang Swadaya, Kenali dan Laporkan!

Bambang Arifianto
POLISI perlihatkan skesta wajah pelaku kejahatan seksual Gang Swadaya II, Cimanggis di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Senin 30 Juli 2018. Warga yang mengenali dan mengetahui pelaku diminta melapor ke kepolisian.*
POLISI perlihatkan skesta wajah pelaku kejahatan seksual Gang Swadaya II, Cimanggis di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Senin 30 Juli 2018. Warga yang mengenali dan mengetahui pelaku diminta melapor ke kepolisian.*

DEPOK, (PR).- Aparat Kepolisian Resort Kota Depok mulai menyebarkan sketsa wajah pengendara sepeda motor yang melakukan pencabulan terhadap perempuan di  Gang Swadaya II, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Warga yang melihat dan mengenali pelaku bisa melaporkan ke kepolisian.

Humas Polresta Depok Made Budi menyatakan, skesta disebarkan di area lokasi kejadian. Untuk memperluas jangkauan dan menjaring informasi masyarakat, petugas juga menyebarkan sketsa melalui media sosial. Warga yang mengetahui pelaku, tuturnya, diminta segera melapor ke Polresta Depok atau nomor telefon yang telah disediakan. "Bisa menghubungi no call center di 021-77202321," ucap Made di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Senin 30 Juli 2018. Sketsa, lanjutnya, dibuat atas kerjasama bagian forensik Mabes Polri dan Polresta Depok. Sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan korban dan saksi yang melihat langsung pelaku. 

Made mengungkapkan, terdapat sejumlah ciri-ciri fisik yang menonjol pada pelaku. Pelaku diduga berumur 25-27 tahun dengan tinggi sekitar 170 centimeter dan berat 65-70 kilogram. Pelaku berkulit sawo matang dengan rambut ikal hitam pendek. Ciri lain pelaku terlihat pada bentuk kepala yang datar atas dengan muka bulat serta dagu miring ke dalam dan telinga segitiga. Bentuk hidung bulat panjang dengan bibir tipis. AT (21), mahasiswa perempuan yang menjadi korban di Gang Swadaya II menuturkan ciri-ciri pakaian pelaku saat beraksi.

Selain memakai sepeda motor matic warna hitam, tutur AT, pelaku juga menggunakan jaket atau sweater bertudung. AT menyatakan sempat dipertemukan polisi dengan dua perempuan lain yang menjadi korban pelecehan di sekitar lokasi kejadian. "Cirinya sama cuma mukanya beda," ucap AT ketika keterangannya dikonfrontasikan dengan dua korban/saksi lainnya. Dari dasar keterangan tersebut, Korps Bhayangkara kembali membuat sksesa wajah pelaku yang kemudian disetujui korban dan saksi sebagai paling mirip pelaku. Kesamaan pelaku terlihat pula dari waktu dan lokasi kejadian yang berdekatan. Akibat, kejadian yang berlangsung pada Minggu 15 Juli 2018 pagi itu,  AT mengalami trauma karena kerap terbangun dari tidur secara tiba-tiba.

Kejahatan seksual jalanan bergentayangan



Meski demikian, dia meminta warga yang menjadi korban tak segan melapor ke kepolisian. Pasalnya, aksi pelaku telah meresahkan, terutama kaum perempuan yang tengah beraktivitas. Hingga kini, terdapat dua kasus kejahatan jalanan yang belum terungkap dan menjadi pekerjaan rumah Polresta Depok. Selain peristiwa pelecehan di Gang Swadaya II, Korps Bhayangkara memiliki hutang pengungkapan kasus pelemparan batu oleh pria misterius yang menelan korban luka, Rafa Ismail Fahrezi (9) di Jalan Juanda, Kota Depok, pada Jumat 15 Juni 2018 malam.

Korban terkena lemparan batu konblok saat tengah dibonceng kedua orang tuannya menggunakan sepeda motor. Polisi juga telah membuat sketsa pelaku pelemparan. Namun, sampai sekarang kasus tersebut tak kunjung terungkap. Maraknya aksi kriminal jalan menimbulkan keresahan warga. Pemerintah Kota Depok pun diminta turun tangan melakukan upaya pencegahan. Aris, seorang warga  meminta upaya pencegahan dilakukan dengan melengkapi fasiltas jalan seperti penerangan. Minimnya penerangan ditengarai menjadi salah satu penyebab aksi kejahatan terjadi.***

Bagikan: