Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 25.3 ° C

Gelombang Tinggi Palabuhanratu Capai 9 Meter Sapu Puluhan Rumah Makan, Warga di Pesisir Ketakutan

Ahmad Rayadie

PALABUHANRATU,(PR).- Gelombang laut setinggi tujuh hingga sembilan meter menerjang dan membayang-bayangi warga di pesisir pantai selatan Palabuhanratu, Rabu 25 Juli 2018. Bahkan terjangan gelombang laut membuat panik warga karena sudah merusak 28 rumah makan di pesisir.

Warung makanan semi permanen yang berada pesisir kecamatan Palabuhantu rusak disapu gelombang laut. Bangunan warung dan barang elektronik milik warga rusak berat.

Sementara itu, tanggul penahan gelombang laut yang berada persis di blok Kebon Kalapa, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu ikut tergerus hantaman air laut.  Tanggul sepanjang 400 meter porak-poranda karena tidak mampu menahan gempuran air  laut selatan. Dua unit kendaraan roda empat yang terparkir di salah satu bengkel ikut terendam air laut.

Sementara di kawasan pantai Karang Hawu, Kecamatan Cisolok gelombang laut puluh meter jogging track ambles akibat sapuan aur laut. Dua lubang mengangga persis di lokasi jogging warga.

Kondisi serupa akibat terjangan gelombang laut tiga unit perahu milik warga rusak berat. Perahu congkreng milik nelayan setempat yang ditambat di pesisir  pantai Cibangban rusak akibat hantaman gelombang laut. Begitu juga di pesisir pantai Cikembang.

"Mengantisipasi gelombang tinggi semakin meningkat, kami telah menghimbau warga yang berada persis di bibir pantai siaga. Bahkan diperintahkan menjauh bila ancaman gelombang tinggi semakin membahayakan keselamatan jiwa warga," kata Irawan Wibiksana. Ia merupakan anggota Satpol PP setempat.

Irawan mengatakan  melakukan upaya pencegahan akibat dampak gelombang tinggi dengan melakukan patroli. "Kami bersiaga bila sewaktu waktu gelombang laut semakin membahayakan," katanya.

Gelombang tinggi hantam hampir seluruh pantai wisata



Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman menyebutkan sejumlah pantai terempas gelombang tinggi. Fasilitas dan milik warga rusak di sekitar  Pantai Karang Hawu, Kebon Kalapa dan sebagian Pantai Cibangban, Kecamatan Cisolok terendam dan tersapu gelombang laut. 

"Termasuk  tanggul penahan ombak di Pantai Kebon kalapa dan trotoar tergerus air di pantai Karang Hawu. Bahkan puluhan warung makan rusak parah dikhawatirkan kerusakan warung demkian bertambah seiring gelombang laut semakin tinggi," katanya.

Mengantisipasi berbagai kemungkinan gelombang laut semakin meningkat , kata Maman Suherman, telah dibentuk pos siaga gelombang laut. Pos yang berada tidak huh dari pemukiman warga disiagakan untuk memudahkan koordinasi bila sewaktunwajtu gelombang semakin tinggi.

Maman Suherman mengatakan petugas  BPBD dibantu warga telah melakukan evakuasi untuk menyelamatkan harta benda warga. Bahkan proses evakuasi telah dilakukan dengan melibatkan instansi terkait. Termasuk dengan jajaran Mapolres Sukabumi dan Makodim 0622 Sukabumi. 

"Selain berkoordinasi dengan sejumlah aparatur terkait, kami akan secepatnya membersihkan puing-puing sampah sepanjang pantai. Termasuk mendirikan posko pengaduan dampak gelombang tinggi," katanya.***

Bagikan: