Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 26 ° C

Diduga Keracunan Tutut, Satu Warga Meninggal Dunia dan 52 Lainnya Dirawat

Ahmad Rayadie
BUPATI Sukabumi Marwan Hamami Rabu 25 Juli 2018 berada di posko kesehatan melihat anak-anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka diduga menjadi korban tutut racun.*
BUPATI Sukabumi Marwan Hamami Rabu 25 Juli 2018 berada di posko kesehatan melihat anak-anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka diduga menjadi korban tutut racun.*

SUKABUMI, (PR).- Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Rabu 25 Juli 2018 pagi mendatangi lokasi sejumlah warga korban keracunan tutut. Yakni di Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Kedatangan Marwan Hamami untuk mengetahui persis kejadian yang menyebabkan warga mengalami keracunan.

Apalagi korban keracunan tutut dikhawatirkan terus bertambah seiring terus bertambah.

Kendati data awal  kini telah mencapai 52 orang dirawat dan seorang warga meninggal dunia. Tapi sejumlah warga lain di desa itu kini sempat mengeluhkan kondisi gejala keracunan.

Tim media dan survalance Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi terus bersiaga di lokasi pemukiman warga yang terpapar keracunan tutut. Bahkan telah mendirikan posko kesehatan untuk memastikan penanganan korban keracunan agar cepat dilakukan.

"Kami berharap penanganan medis  cepat dapat dilakukan untuk menolong warga yang terpapar keracunan tutut. Tim medis dan Posko telah disiagaka. Bila sewaktu waktu warga memerlukan penanganan medis," kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Marwan didampingi sejumlah polisi, tentara, dan tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Mereka juga melayat ke rumah Tamrin (17), remaja yang diduga tewas akibat keracunan tutut.

Autopsi korban keracunan tutut



Jasad Pelajar SMA warga Di Kampung Kebon kawung Rt 23/04, Desa Citamiang itu kini ada di RSUD Syamsudin.

"Korban akan dilakukan aotopsi di rumah sakit Syamsudin, " kata Komandan Rayon Militer (Danramil) Cisaat, Kapten Ini, Mahmud.

Mahpud mengatakan Buoati bersama rombongan telah meminta agar seluruh dinas terkait untuk memberikan bantuan kepada korban yang kini masih dirawat. Dia berharap kasus serupa tidak terulang kembali. Apalagi korban keracunan tekah memakan korban jiwa seorang warga meninggal dunia," katanya.

Mahpud  mengatakan, bahwa hari sebelumnya diperoleh kabar 26 warga  Dusun Selaawi wilayah Desa Citamiang diduga keracunan tutut. Namun jumlah korban terus bertambah hingga mencapai dua kali lipat.

"Mereka mengalami gejala keracunan beberapa jam setelah makan tutut. Mereka merasakan mual, pusing, dan muntah," katanya. 

Ketua Tim Pelayanan RSUD Wahyu Handriana menyatakan, autopsy segera dilakukan setelah ada permintaan dari polisi.

"Kami akan segera melakukan autopsi terhadap korban diduga keracunan makanan tutut," kata Wahyu.

Sementara itu, Mapolres Sukabumi Kota telah  berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk mengecek kuah tutut. Sampel makanan korban yang telah dikomsumsi turut diperiksa.

"Sampel makanan dan sisa muntahan korban diduga keracunan tekah  kirim ke Dinkes untuk uji laboratorium. Pemeriksaan sampel di laboratorium untuk  mengecek penyebab keracunan yang dialami oleh warga," kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro.***

Bagikan: