Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 28.6 ° C

Majalengka Daerah Prioritas Produksi Beras Saset

Tati Purnawati

MAJALENGKA, (PR).- Dalam waktu dekat Bulog akan memproduksi beras premium kemasan kecil atau lebih dikenal dengan beras saset atau renceng di Kabupaten Majalengka. Beras akan dipasarkan ke seluruh badan usaha milik Desa (bumdes) dan warung kecil agar lebih terjangkau oleh masyarakat.

Menurut keterangan Direktur Utama Bulog, Budi Waseso disertai Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Imam Subowo, Selasa, 24 Juli 2018, produksi beras saset tersebut rencananya akan dimulai pada September atau Oktober mendatang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disaat musim paceklik nanti.

“Ada 9 daerah di Indonesia yang akan menjadi tempat produksi beras saset ini. Prioritas sekarang Kabupaten Majalengka, kebetulan Majalengka produksi berasnya tinggi, serta bumdesnya sudah berjalan disamping itu pasilitas untuk gudang dan pasilitas produksi juga tersedia,” ungkap Budi Waseso saat berkunjung ke Kantor Bupati Majalengka.

Dia menjelaskan, beras saset diproduksi untuk memudahkan masyarakat dalam ketersediaan pangan dan harganya lebih terjangkau karena dikemas dalam jumlah kecil. Bulog memastikan beras saset akan ada di setiap tempat dimana masyarakat membutuhkannya.

“Kalau selama ini Bulog hanya menyediakan beras medium dan mengeluarkan beras dikala ada penugasan dari pemerintah seperti untuk pengadaan raskin, bansos atau yang lainnya karena berasnya lama tersimpan di gudang tak heran jika banyak masyarakat yang menyebutnya beras tak layak konsumsi karena bau akibat lama tersimpan di gudang, maka mulai tahun ini Bulog akan memproduksi beras premium dalam kemasan. Pemerintah akan memastikan hadir di masyarakat dan membantu masyarakat,” kata Budi Waseso.

Disamping itu, menurut Budi Waseso, Bulog akan tetap terus melakukan pengadaan gabah dan beras untuk cadangan pangan nasional dan berasnya baru dikeluarkan ketika ada penugasan dari pemerintah. Hal ini untuk cadangan pangan nasional dan menjaga kestabilan harga di pasaran.

Ketika gudang dan mesin produksi beras saset sudah ada menurut Budi dan Imam, masyarakat umum atau petani bisa memproduksi beras saset sendiri dengan menggunakan pasilitas mesin milik Bulog. Petani bisa memiliki merek dan kemasan sendiri, sementara Bulog memfasilitasi mesin pengolah.

“Jadi nanti petani bisa memproduksi beras saset dengan merek dan kemasan sendiri, mereka bisa memasarkannya di wilayah manapun dia mau. Kami nanti akan mempasilitasi mesin produksinya. Dengan demikian petani akan memiliki nilai tambah, dan diharapkan petani tidak akan lagi terlibat dengan sistim ijon kepada tengkulak karena nilai ekonomi dari produksi pertaniannya menjadi lebih tinggi,” tutur Buwas.

Harga disesuaikan



Terkait harga, menurut dia, akan disesuaikan. Namun tentunya akan ada batas harga maksimal atau Harga Eceran Tertinggi. Ini karena beras saset bukan hanya untukketersediaan beras, namun juga untuk menstabilkan harga di pasaran.

Budi Waseso juga memastikan kehadiran mesin produksi beras saset ini tidak akan mematikan pabrik penggilingan gabah milik pengusaha di daerah, malah menurutnya akan bersinergi dengan penggilingan milik pengusaha lokal.

Sementara itu Bupati Majalengka Sutrisno menyambut baik adanya rencana Bulog yang akan mendirikan pabrik penggilingan beras saset tersebut dan terbuka bagi petani di daerah. Karena  petani akan memiliki nilai tambah, selain memproduksi beras, manfaat lain adalah akan ada dedak kasar dan halus, tenaga kerja, masyaraat juga bisa memasarkan berasnya sendiri.

 

“Sekarang itu petani lebih memiliki pengangalaman di bidang produksi, persoalan yang dihadapi petani ini adalah sektor pengolahan dan pemasaran, jika nanti ada pengolahan itu keuntungan bagi petani,” kata Sutrisno.

Menurut dia di Kabupaten Majalengka ini tidak pernah berhenti panen, karena ada dua iklim panas dan dingin. Wilayah Selatan selalu tersedia air sehingga tanam padi dilakukan hingga tiga kali musim. Dengan demikian stok pangan bisa selalu terpenuhi. Produksi beras Majalengka sendiri mencapai 827.000 ton per tahun.

 Sementara itu pabrik penggilingan beras saset rencananya akan dibangun di Desa Ligung, Kecamatan Ligung. Di sana sudah tersedia gudang yang dibangun oleh Kementrian Perdagangan jika dibutuhkan perluasan pabrik dan gudang penyimpanan masih tersedia lahan cukup luas. Disamping itu tempatnya berada di kawasan lahan pertanian padi sehingga memudahkan bagi petani untuk turut memproduksi beras saset.

Tim dari Bulog menyempatkan melakukan peninjauan ke gudang yang sebelumnya dipergunakan untuk resi gudang, serta melihat kawasan lahan yang dimungkinkan untuk dijadikan perluasan pabrik dan gudang.***

Bagikan: