Pikiran Rakyat
USD Jual 14.538,00 Beli 14.440,00 | Cerah berawan, 21.2 ° C

Harga Telur Mahal, Telur Pecah Jadi Rebutan

Dodo Rihanto

KARAWANG, (PR).- Sejak harga telur ayam melambung tinggi, sejumlah ibu rumah tangga di Karawang lebih senang membeli telur pecah atau retak. Pasalnya, harga telur yang kondisi kulitnya sudah rusak itu lebih murah, hanya Rp 1.000 per butir.

Hal tersebut disampaikan seorang pedagang telur di Pasar Johar, Rafli (29). "Saat ini harga telur utuh masih berada di kisaran Rp 25 ribu per kilogram. Harga tersebut masih cukup memberatkan para ibu rumah tangga," katanya, Selasa, 24 Juli 2018.

Disebutkan, saat ini, pasokan telur ayam ke kiosnya hanya 95 kilogram per hari. Padahal, sebelumnya pasokan bisa mencapai 150 hingga 200 kilogram per hari.

Dikatakan, dari pasokan sebanyak itu selalu saja ada telur yang diterimanya dalam kondisi pecah atau retak. Telur yang rusak itu, sekarang malah jadi rebutan kaum ibu.

"Jika dikumpulkan, telur ayam yang retak itu bisa mencapai 2 hingga 3 kilogram per hari," kata Rafli.

Siasat pedagang nasi goreng



Dijelaskan juga, prilaku ibu rumah tangga berbeda dengan para pedagang nasi goreng dalam menyiasati mahalnya harga telur. Para pedagang nasi goreng memilih telur yang ukurannya sangat kecil, sehingga dalam satu kilogram mereka bisa memperoleh telur lebih banyak.

"Mereka harus memilih telur lebih lama untuk mengumpulkan telur yang kecil itu," katanya.

Hal senada dikatakan pedagang telur ayam lainnya, Dadan (30). Menurut dia, para pedagang nasi dan mi goreng sangat terpukul oleh melambungnya harga telur.

"Mereka tidak mungkin menaikan harga nasi goreng dengan dalih harga telurnya mahal," kata Dadan.***

Bagikan: