Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Ibu Cekik Bayi yang Baru Dilahirkan

Tommi Andryandy

CIKARANG, (PR).- Seorang ibu muda, DF (20), tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya di sebuah kontrakkan di Kampung Tegal Danas RT 01/05 Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Aksi keji itu dilakukan DF karena malu, bayi yang dilahirkan dari hasil hubungan gelap.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Pusat, Ajun Komisaris Somantri mengatakan, kasus ini terungkap ketika pihaknya mendapat informasi dari warga yang menemukan sesosok mayat bayi di tumpukkan sampah di sekitar Kampung Tegal Danas.

Saat dilakukan olah tempat kejadian, terdapat luka pada leher bayi serta ditemukan pil yang berfungsi memperlancar menstruasi.

“Dari hasil olah tempat kejadian, kami sudah yakin pelakunya masih orang di sekitar korban. Kami kumpulkan keterangan saksi, serta di tumpukan sampah itu juga ditemukan bungkus pil EM yang berfungsi sebagai pelancar menstruasi ,” kata Somantri, Senin, 23 Juli 2018.

Berbekal penemuan itu serta informasi dari para saksi, penyidik kemudian menggeledah sejumlah rumah kontrakan yang ada di sekitar lokasi penemuan mayat bayi. Kecurigaan pun muncul pada satu kamar kontrakkan milik DF yang selalu terkunci.

Setelah berkoordinasi dengan pemilik kontrakkan setempat, rumah kontrakkan tersebut akhirnya dapat dibuka. “Saat pintu dibuka, kami mendapati ceceran darah di dalam kamar mandi dan kamar tidur,” katanya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Cikarang Pusat, Inspektur Satu Bibilim mengatakan, setelah menemukan ceceran darah, penyidik langsung mengumpukan informasi terkait keberadaan DF dari sejumlah warga di sekitar. DF akhirnya ditangkap di rumah kerabatnya di daerah Cikarang Barat.

“Persembunyiannya terungkap saat petugas menggali keterangan pemilik kontrakan dan mempelajari rekaman kamera pengawas (CCTV) di kontrakkan. Tersangka pergi menggunakan ojek online untuk menginap di rumah kerabatnya di daerah Cikarang Barat," kata Bibilim.

Dari hasil pemeriksaan, kata Bibilim, DF mengakui perbuatannya membunuh bayi yang baru saja dilahirkan. DF yang merasa hidup seorang diri, bingung kemudian gelap mata. Bayi yang menjadi korban itu dilahirkan di kontrakkan DF seorang diri, tanpa bantuan bidan maupun petugas kesehatan lainnya.

Usai melahirkan, aksi keji itu dilakukan. Dengan tega, DF mencekik buah hatinya sendiri hingga kulit pada bagian leher bayi terkelupas. Selanjutnya mayat bayi dimasukkan dalam kantung plastik lalu dibuang ke tempat sampah di sekitar rumah kontrakkannya.

“Untuk menghilangkan bukti, tersangka sempat membersihkan rumah kontrakkannya yang penuh dengan darah, sehabis melahirkan. Namun sisa-sisa darah masih dapat kami temukan di beberapa sisi kontrakkannya,” ucap dia.

Beberapa aksi tersangka pun sempat terekam kamera pengawas, terlebih saat membawa plastik yang diduga berisi bayi.

Selain mengamankan tersangka, penyidik juga menyita barang bukti berupa sebilah pisau, tayangan kamera pengawas, pakaian yang digunakan DF saat beraksi dan sebotol pembersih lantai milik tersangka.

Akibat perbuatannya, DF dijerat Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU omor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya dapat di atas 10 tahun penjara,” ucap Bibilim.***

Bagikan: