Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Dituntut 14 Tahun, Pelaku Mutilasi Istri Menangis di Hadapan Hakim

Dodo Rihanto

KARAWANG, (PR).- Muhamad Holili, pelaku mutilasi istri sendiri, dituntut 14 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Selasa, 10 Juli 2018. Mendengar tuntutan itu, Holili menundukan muka dan meneteskan air mata.

Menurut salah seorang JPU, Febby Febrian, terdakwa terbukti telah membunuh istrinya, Siti Saidah alias Nindy, Desember 2017 silam. Setelah itu, terdakwa memotong-motong jenazah istrinya menjadi beberapa bagian dan membuangnya di dua tempat berbeda.

Namun demikian, terdakwa tidak terbukti merencanakan pembunuhan tersebut. Pembunuhan diduga dilakukan secara spontan, tetapi setelahnya terdakwa berbuat amat sadis dan di tak manusiawi.

"Terdakwa kami jerat dengan KUHP pasal 44 ayat 3 Undang - undang nomor 23 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga," ujar Febby Febrian, di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa, 10 Juli 2018.

Menurut dia, tuntutan yang diberikan kepada Holili adalah dakwaan kombinasi alternatif. JPU berkesimpulan tindakan yang dilakukan terdakwa  tidak termasuk dalam pembunuhan berencana, namun tergolong perbuatannya sadis. 

"Berawal dari cekcok mulut, korban terlebih dahulu mencekik leher terdakwa. Terdakwa membalas dengan cara memukul korban hingga jatuh dan meninggal dunia," kata Febby.

Disebutkan, dalam persidangan itu ada hal yang meringankan yaitu terdakwa menyesali dan mengakui perbuatannya. Namun ada juga hal yang memberatkan terdakwa, yakni memutilasi istrinya kendati Cindy sudah meninggal dunia.

"Hal yang memberatkan terdakwa karena dia melakukan perbuatan sangat sadis, meresahkan masyarakat, dan mengakibatkan penderitaan mendalam dan berkepanjangan bagi keluarga korban," kata Febby.

Seperti diberitakan PR sebelumnya, terdakwa memutilasi mayat istrinya setelah istrinya itu meninggal dunia akibat dihajar terdakwa. Perbuatan tersebut dilakukan di rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang,4 Desember 2017 silam.

Terdakwa selanjutnya membuang bagian kepala dan kedua kaki korban di sekitar Curug Cigentis, Desa Loji, Kecamatan Tegalwaru, Karawang. Sementara bagian tubuh dan lengan korban dibakar di semak semak di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang.

Menurut pengakuan terdakwa, mayat istrinya sempat disimpan dua malam di rumah kontrakan mereka. Setelah itu, terdakwa berusaha menghilangkan jejak perbuatan jahatnya dengan membuang bagian mayat Cindy ke dua tempat berbeda pada malam hari.***

Bagikan: