Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Persatuan Ulama Purwakarta Siap Dukung Pemerintah Baru, Tapi dengan Syarat

Mochammad Iqbal Maulud

PURWAKARTA, (PR).- Persatuan Ulama Purwakarta (PUP) mengimbau kepada umat Islam di Purwakarta untuk menerima hasil keputusan KPU‎ terkait Pilkada Serentak 2018. Namun hal itu dengan syarat keputusan tersebut telah melalui tahapan benar, jujur, adil dan tidak berpihak.

"Tetapi umat Islam wajib menolak hasil keputusan KPU jika hasil tersebut terbukti secara hukum lahir dari pelanggaran. Atau bahkan dari kecurangan, politik uang yang terstruktur, sistematis dan masif," kata Pimpinan Manhajus Sholihiin, KH Syahid Joban, pada Jumat 6 Juli 2018.

Menurut Syahid, umat Islam dan para advokat hukum di Purwakarta harus terus menegakkan keadilan. Diharapkan dengan begini, adanya indikasi oknum-oknum yang melakukan kecurangan bisa diproses secara hukum.

"Kami juga imbau kepada masyarakat agar tetap berani‎ mengkritisi jalannya Pemerintahan saat ini. Apalagi manakala kebijakan atau turan yang dijalankan tidak sesuai dengan kaidah agama, janji politik dan aspirasi masyarakat," ucapnya.

Maju sebagai caleg



Selain itu Syahid mewakili PUP mnyerukan kepada kader terbaik ulama untuk terjun dalam pemilihan anggota legislatif. Pemilihan legislatif ini tak hanya untuk tingkat kabupaten saja, namun termasuk tingkat provinsi dan pusat.

"Kami juga mendorong masyarakat untuk sama-sama melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Atau bahkan kolusi, nepotisme dan monopoli dengan melaporkannya ke pihak yang berwajib," ucapnya.

Oleh karenanya Syahid pun berharap Purwakarta di masa datang menjadi kota yang religius dan beradab. Bahkan bisa dijadikan kota salawat, dan melawan segala bentuk penyimpangan aqidah umat Islam di Purwakarta.

Seperti diketahui, pada proses Pilkada Purwakarta 2018 dari hasil rekapitulasi paslon Anne-Aming‎ unggul tipis atas pasangan Zalu. Sehingga hampir dipastikan pada 5 tahun ke depan, Purwakarta akan dipimpin oleh bupati perempuan pertama di Purwakarta.

Pasangan Anne-Aming ini unggul pada angka 6% dari peringkat kedua pasangan Zainal-Luthfi. Sementara mantan Sekda Purwakarta, Padil Karsoma yang berpasangan dengan Acep Maman harus puas pada posisi ke-3. Berdasarkan data yang dihimpun pasangan Anne-Aming memiliki suara 44%, dilanjut Zainal-Luthfi dengan 38%, terakhir Padil-Acep pada angka 16%.***

Bagikan: