Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Hadapi Gugatan Pasangan Oke, KPU Kota Cirebon Siapkan Pengacara

Ani Nunung Aryani

CIREBON, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon sudah menyiapkan pengacara untuk menghadapi gugatan pasangan calon (Paslon) Bamunas Setiawan Boediman-Effendi Edo (Oke) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tim Oke juga melaporkan penyelenggara pemilu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Langkah hukum ditempuh tim Gabungan Pemenangan Oke dari PDI-Perjuangan, Golkar, PPP, Gerindra, dan PAN, karena menilai banyak pelanggaran pilkada yang tidak ditindaklanjuti KPU Kota Cirebon.

Menurut Ketua KPU Kota Cirebon Emirzal Hamdani, semua tahapan pilkada dilaksanakan KPU Kota Cirebon, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Meski demikian Emirzal menegaskan, KPU tetap menghormati sikap yang diambil paslon Oke, sepanjang langkah yang ditempuh sesuai dengan aturan yang berlaku, kami menghormatinya.

“Sah-sah saja kalau ada yang protes dengan keputusan kami, karena memang mereka memiliki hak untuk itu. Kami tetap menghormati sikap yang diambil paslon Oke, sepanjang langkah yang ditempuh sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Saat ini, selain pendampingan pengacara, KPU tengah menyiapkan data dan fakta untuk menghadapi gugatan tersebut. “Kami didampingi pengacara yang biasa mendampingi KPU Jabar,“ katanya.

Bersumpah



Sementara itu, menanggapi tudingan adanya kecurangan, calon Wali Kota Cirebon yang memperoleh suara terbanyak Nasrudin Azis membantah keras.

Azis bahkan bersumpah, kalau dirinya tidak pernah melakukan kecurangan atau menyuruh timnya melakukan kecurangan.

“Demi Allah saya katakan, selama proses-proses penyelenggaraan Pilkada 2018 di Kota Cirebon tidak ada kecurangan. Kami pasangan Pasti tidak melakukan kecurangan. Menyuruh berbuat kecurangan juga tidak, “ ucap Azis. Ia bahkan melontarkan sumpah hingga dua kali.

Meski demikian, Azis mengaku menghormati sikap paslon Oke yang menempuh langkah hukum karena tidak menerima hasil pilkada.

Menurut Azis, sepanjang langkah protes yang ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku, semua pihak harus menghormatinya, termasuk dirinya.

Azis bahkan memuji mereka berdua sebagai negarawan dan aset Kota Cirebon dengan visi dan misinya yang bagus, untuk membangun Kota Cirebon.

Azis hanya berharap kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk menerima hasil Pilkada Kota Cirebon, karena pemerintahan harus terus berjalan.

“Lebih baik kita berkonsolidasi menyatukan tekad di dalam membangun kota cirebon,” katanya.*** 

 

Bagikan: