Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Cerah berawan, 27.8 ° C

41 Preman Terjaring Razia di Tasikmalaya

TASIKMALAYA,(PR).- Polres Kota Tasikmalaya akan membentuk tim satuan tugas yang khusus menangani kejahatan jalanan di wilayah hukumnya.  Saat ini, Polresta Tasikmalaya sudah bergerak melakukan operasi dengan merazia preman di untuk meminimalisasi angka kriminal di Tasikmalaya.

“Kami melaksanakan peningkatan kegiatan terkait kejahatan jalanan, baik di Kota maupun di Kabupaten Tasikmalaya. Ini berkaitan dengan stabilitas keamanan, untuk  memunculkan bahwa kami peduli dengan adanya permasalahan khususnya yang ada di jalanan,” ujar Kepala Polres Kota Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Febry Kurniawan Ma’ruf di Markas Polres Kota Tasikmalaya, Jumat, 6 Juli 2018. 

Febry mengatakan, operasi kejahatan jalanan sudah dilakukan sejak Kamis,  5 Juli 2018.  Dalam operasi yang digelar sejak Kamis sore hingga malam hari tersebut, Polresta Tasikmalaya mengamankan kurang lebih 41 orang yang terindikasi menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat. Beberapa dari mereka bahkan masih berstatus di bawah umur, dan ada pula masyarakat yang terindikasi melakukan pelanggaran miras.

“Ada yang kami bina, ada juga yang diproses untuk ditindaklanjuti. Berkaitan dengan tuan rumah Asian Games, kami juga ingin menunjukkan bahwa seluruh daerah di Indonesia dalam kondisi kondusif,” kata Febry.

Angka kriminalitas



Menurut Febry, operasi kejahatan jalanan akan terus dilaksanakan, agar berdampak pada turunnya angka kriminalitas di Tasikmalaya. Operasi tersebut menyasar kepada  segala hal yang berkaitan dengan kejahatan jalanan, geng motor, pemalakan, di lokasi yang dianggap rawan oleh masyarakat.

“Kami juga akan fasilitasi masyarakat yang masih ragu-ragu untuk melaporkan kejahatan jalanan di sekitarnya dengan berbagai kemudahan. Seperti layanan call center 112, dan program panic button. Program itu akan kami aktifkan kembali dan dimaksimalkan,” kata Febry.***

Bagikan: