Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Cerah berawan, 25.6 ° C

Rekapitulasi Suara Pilbup Subang 2018 Diwarnai Walk Out

Yusuf Adji

SUBANG, (PR).- Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara tingkat Kabupaten yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang diwarnai walk out saksi dari dua pasangan calon bupati dan wakil bupati peserta Pilbup Subang 2018. Namun hal itu tak memengaruhi jalannya rapat pleno, KPU Subang terus melanjutkan rekapitulasi perolehan suara hingga tuntas, Kamis, 5 Juli 2018 dini hari.

Sementara rekapitulasi hasil perolehan suara Pilbup Subang yang berlangsung di Fave Hotel, paslon nomor urut 1 Jimat-Akur (Ruhimat-Agus Maskur) unggul. Mereka meraih suara terbanyak, sebanyak 310.361 suara.

Sedangkan posisi kedua ditempati paslon nomor urut 3 Dedi J-Budi Setiadi (235.911 suara), dan paslon nomor urut 2  di posisi ketiga yakni Motekar (Imas Aryumningsih - Sutarno) dengan 232.273 suara.

Setelah jeda rapat untuk isoma, Rabu, 4 Juli 2018 sore, KPU melanjutkan rapat pleno sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah hasil rekapitulasi Pilgub Jabar 2018 ditetapkan sekaligus penandatanganan berita acara selesai, dilanjutkan dengan rekapitulasi perolehan suara pilkada Bupati dan Wakil Bupati Subang.

Saat itu, saksi dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati melakukan walk out, diawali saksi paslon Dedi-Budi, dan disusul saksi paslon Imas-Sutarno. Pasalnya, mereka tak diberi kesempatan menjelaskan temuan dugaan pelanggaran, adanya keganjilan di data form C.

Sebelum meninggalkan ruangan, mereka menyerahkan berkas/dokumen temuan dugaan pelanggaran itu dan diterima Komisioner KPU Kabupaten Subang. Setelah itu, rapat pleno kembali dilanjutkan, menghitung hasil perolehan suara Pilbup Subang 2018 dari tiap PPK di 30 Kecamatan.

Adapun jumlah suara sah Pilbup Subang 778.545 suara, tidak sah 46.531 suara, sehingga totalnya mencapai 825.076 suara.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Akhir Pilkada Serentak 2018 di Subang selesai dini hari. Walaupun ada dua saksi tak meninggalkan ruangan, tak mengikuti rapat, KPU menegaskan berita acara pleno sudah dibuat dan segera diserahkan ke KPU Jabar.

Alasan walk out



Calon Wakil Bupati dari paslon nomor 3, Budi Setiadi mengatakan alasan walk out saksinya dikarenakan tak diberi kesempatan menjelaskan temuan kejanggalan pada data di form model C yang disampaikam saksi. Sebab data pada form C terdiri dari tiga halaman yang dimiliki saksinya dari ratusan hingga ribuan TPS banyak tidak sinkron.

Kejanggalan itu di antaranya, ada 690 TPS menerima surat suara tak sesuai ketentuan. Seharusnya sesuai jumlah DPT + 2,5 persen.Namun kenyataannya di ratusan TPS melebihi jumlah tersebut.

Kemudian di 2.371 TPS, menurut dia,jumlah DPT sama dengan jumlah warga yang menggunakan hak pilih. Itu artinya partisipasi mencapai 100 persen.

"Ini membuat kami heran,  kalau cuma 10 persen dari total TPS maih bisa di tolelir, ini kan banyak sekali," ujarnya.

Budi juga mengungkapkan temuan di 2.550 TPS jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih, jumlahnya beda dengan surat suara sah dan tidak sah, padahal seharusnya sama. Kemudian di 411 TPS surat suara diterima tak sama dengan jumlah yang sah ditambah tak sah dan tak digunakan.

"Kalau cuma menghitung perolehan suara di lembar tiga kejanggalan itu tak kelihatan. Kami tadinya berharap ada penjelasan dari KPU. Kalau sudah beres baru melangkah ke penghitungan. Paling tidak ada kejelasan, kejanggalan itu disengaja atau faktor ketidakmampuan," katanya.*** 

Bagikan: