Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.6 ° C

Pilwalkot Cirebon 2018, Pasti Unggul Tipis dari Oke

Ani Nunung Aryani

CIREBON, (PR).- Perolehan suara pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Cirebon nomor urut 2 Nasrudin Azis-Eti Herawati (Pasti) unggul tipis atas pasangan calon nomor urut 1 Bamunas Setiawan Boediman-Effendi Edo (Oke). Perolehan ini sesuai hasil dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon tahun 2018 di aula KPU Kota Cirebon, Rabu 4 Juli 2018.

Pasangan calon nomor urut 2 mendapat suara 80.496 suara, sedangkan pasangan calon nomor urut mendapat 78.511 suara, dengan suara tidak sah sebanyak 9.938 suara. Sedangkan untuk Pilgub Jabar, pasangan calon nomor urut 1 Mochamad Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), dengan selisih perolehan suara cukup jauh dengan pasangan calon lain.

Pasangan calon Rindu mendapat 56.676 suara diikuti pasangan calon nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang mendapat 38.315 suara, pasangan calon nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) yang mendapat 38.315 suara dan pasangan calon nomor urut 2 Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) yang mendapat 24.449 suara.

Rapat pleno yang mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian berjalan dengan aman dan lancar. Kekhawatiran bakal adanya pengerahan massa dalam jumlah besar-besaran juga tidak terbukti.

Pada kesempatan rapat pleno tersebut saksi dari tim pasangan calon Oke menolak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilwalkot, dengan dalih KPU tidak mengakomodir suara dan hak pasangan calon Oke.

Saksi Jamal, melakukan interupsi saat sedang dilakukan rekapitulasi suara, untuk membacakan pernyataan sikap penolakan tersebut. Meski menolak hasil apa pun dari KPU Kota Cirebon, namun saksi pasangan calon Oke tetap mengikuti perhitungan suara sampai selesai. Tidak puas melakukan interupsi saat rapat pleno, perwakilan tim pasangan calon Oke kemudian meminta waktu untuk audiensi dengan jajaran KPU seusai rapat pleno.

Meski tim pengacara KPU sempat menyarankan untuk tidak menerima permintaan audiensi, namun Ketua KPU Kota Cirebon Emirzal Hamdani dan seluruh komisioner akhirnya menerima perwakilan tim pasangan calon Oke. Audiensi juga dihadiri Kapolres Cirebon Kota Roland Ronaldy.

Aman dan kondusif



Ketua KPU Kota Cirebon Emirzal Hamdani mengungkapkan, pihaknya siap menghadapi gugatan tim pasangan calon Oke, dengan meminta bantuan hukum kepada tim pengacara yang mendampingi KPU Jabar. “Sah-sah saja mereka melakukan upaya hukum, karena memang mereka memiliki hak untuk itu, “ katanya.

Sementara itu Penjabat Wali Kota Cirebon Dedi Taufik mengaku bersyukur atas pelaksanaan Pilkada Serentak di Kota Cirebon yang berjalan dengan aman dan kondusif. Dedi pun mengapresiasi kinerja semua stakeholders terkait, dimulai dari KPU, Panwaslu, Pemerintah daerah, aparat keamanan dan sejumlah pihak lainnya yang telah berupaya keras menjaga agar Pilkada di Kota Cirebon berlangsung dengan baik dan sukses.

Semua pihak dinilainya telah menjunjung tinggi aturan main yang dibuat sehingga semua tahapan-tahapan Pilkada berjalan sesuai dengan koridor dan aturan main yang telah ditentukan. “Terpenting saat ini, kondusivitas daerah pasca-Pilkada Serentak 27 Juni 2018 lalu terjaga dengan baik. Tahapan-tahapannya sudah kita lalui, kondusifitas daerah juga terjaga. Karena ini kan komitmen kita sejak awal,” ungkap Dedi.

Dedi pun mengapresiasi naiknya angka partisipasi pemilih di Kota Cirebon dari 69 persen menjadi 72 persen. “Walaupun ditargetkan 78 persen, tapi ini langkah yang sudah baik,” ungkap Dedi.***

Bagikan: