Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Dedi Mulyadi Dirikan Sekolah Peduli Citarum Berbasis Lingkungan

BANDUNG, (PR).- Kekalahan di Pilkada Jabar 2018 tidak menyurutkan Dedi Mulyadi untuk melakukan kegiatan sosial.

Rencananya, bulan ini mantan bupati Purwakarta dua periode ini akan mendirikan sekolah peduli Citarum. Sekolah ini didirikan di dua lokasi, yakni Dayeuh Kolot di Bandung dan Karawang.

"Siswanya yang berada di sepanjang sungai Citarum. Ini adalah pusat pendidikan yang akan mengajarkan anak-anak bagaimana mencintai Citarum," jelas Dedi di Purwakarta, Minggu 1 Juli 2018.

Dedi menjelaskan, sekolah ini bersifat gratis dan diikuti semua anak dari berbagai golongan yang berada di sepanjang bantaran Sungai Citarum.

"Ini sekolah informal dan gratis. Mereka bisa mengikuti sekolah ini setelah pulang dari belajar di sekolah umum. Bahkan, untuk anak yang tidak sekolah formal pun bisa belajar di sini," terang tokoh yang kerap mengenakan iket kepala sunda itu.

Adapun mata pelajarannya, kata Dedi, adalah tentang wawasan lingkungan, misalnya cara menjaga kebersihan Citarum, menanam pohon di Sungai citarum, keanekaragaman hewan di Citarum dan lainnya.

Bahkan, kata Dedi, ke depan sekolah ini akan mengajarkan kesenian, pencak silat, menari dan membuat kerajinan Citarum.

"Setiap purnama juga ada festival Citarum. Anak-anak akan mengikuti festival ini," katanya.

Terkait pengajarnya, Dedi menyebutkan akan dibantu relawan. Dalam waktu dekat, ia akan berdialog dengan organisasi pencinta lingkungan hidup seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

"Kami akan membuat yayasannya, yayasan Citarum Bersih. Anggarannya swadaya. Ada juga donatur dari pengusaha, misalnya pengusaha muda sukses, Bung Dodi. Dia akan ikut mem-back up," kata Dedi.

Museum dan rumah tahan banjir

Selain sekolah peduli Sungai Citarum, Dedi juga akan mendirikan museum Citarum. Museum ini berisi hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan dan Citarum.

Dedi juga akan melanjutkan pembangunan rumah ramah banjir di bantaran Sungai Citarum. Sebagai pilot project, Dedi sudah membangun satu rumah ramah banjir di bantaran Sungai Citarum titik Dayeuhkolot.

"Bertahap akan bangun rumah ramah banjir di bantaran Sungai Citarum. Dayeuholot sudah ada satu. Sekarang akan dibangun 20 rumah di Dayeuh Kolot dan Karawang," kata pria yang kental dengan budaya Sunda itu.***
Bagikan: