Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 22.7 ° C

Raihan Suaranya Jeblok di Kota Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum Kecewa Berat

Windiyati Retno Sumardiyani
PEMILIH bersiap mencoblos surat suara Pilgub Jabar 2018, pada Pilkada Serentak 2018, di TPS 35, Antapani, Kota Bandung, Rabu, 27 Juni 2018. Satu dari empat pasangan calon Gubernur dan Wagub Jabar 2018 akan menjadi pemimpin Jabar periode 2018-2022, yang ditentukan oleh masyarakat melalui Pilkada Serentak 2018.*
PEMILIH bersiap mencoblos surat suara Pilgub Jabar 2018, pada Pilkada Serentak 2018, di TPS 35, Antapani, Kota Bandung, Rabu, 27 Juni 2018. Satu dari empat pasangan calon Gubernur dan Wagub Jabar 2018 akan menjadi pemimpin Jabar periode 2018-2022, yang ditentukan oleh masyarakat melalui Pilkada Serentak 2018.*

TASIKMALAYA, (PR).- Meskipun diprediksi menang dalam raihan suara Pilgub Jawa Barat 2018, kandidat calon wakil gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum kecewa karena raihan suara pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum atau Rindu kalah telak di Kota Tasikmalaya. Padahal, Tasikmalaya merupakan salah satu lumbung suara Partai Persatuan Pembangunan.

Berdasarkan proses hitung cepat rekapitulasi suara Pilgub Jabar versi KPU Kota Tasikmalaya, pasangan Rindu harus mengakui keunggulan perolehan suara pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Asyik. 

Rindu hanya meraih 27,59 persen suara atau 104.402 suara. Sementara pasangan Asyik menang telak dengan total perolehan suara 45,53 persen suara atau 164.720 suara.

“Sebagai manusia biasa, saya punya rasa kecewa. Apalagi saya orang Tasikmalaya. Padahal, saya kalau ke mana-mana selalu bilang asli Tasikmalaya, tetapi raihan suara di Tasikmalaya justru tidak sesuai harapan,”  ujar Uu Ruzhanul Ulum saat dijumpai di Pendopo Lama, Jalan Alun-alun Kota Tasikmalaya, Jumat 29 Juni 2018.

Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, perolehan suara Pilgub Jabar di Kota Tasikmalaya cukup menjadi perhatian Ketua Umum PPP. Dia pun diminta mengevaluasi kinerja tim sukses termasuk kinerja DPC PPP Kota Tasikmalaya atas kegagalan RIndu meraih suara terbanyak di Kota Tasikmalaya.

“Saya pun ditanya oleh Ketum PPP, kenapa di Kota Tasikmalaya bisa seperti itu.  Saya juga heran, padahal Ketua DPC PPP itu wali kota Tasikmalaya. Sekalipun harusnya netral, tetapi harus diingat, saya kan juga berkontribusi dalam kemenangan beliau sebagai wali kota Tasikmalaya,” ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Menurut dia, saat ini tim pemenangan juga sedang mengevaluasi faktor kekalahan pasangan Rindu di Kota Tasikmalaya. Dia mengatakan, dari berbagai informasi yang didapatkan, ada penggiringan suara ke pasangan lain, bahkan ada kader yang ingin mencalonkan diri maju dalam pemilu legislatif DPR, tetapi justru membelot dari Rindu.

“Ada saja selentingan kabar yang masuk ke kuping saya, mulai dari pembagian sembako, dan ada ulama yang dekat dengan Pak Budi (Ketua DPC PPP) justru berkomunikasi dengan pasangan lain. Saya masih kumpulkan bukti-bukti, baru nanti konfirmasi ke Pak Budi. Kalau sekarnag saya tidak punya dalil, apa yang harus ditanyakan,” kata dia.

Adil



Meski pasangan Rindu kalah di Kota Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum meyakinkan pasangan Rindu akan bersikap adil saat sudah menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Dia memastikan bantuan provinsi di Kota Tasikmalaya tidak akan dipangkas meski dukungan terhadap pasangan Rindu minim.

“Saya tidak akan jahat, apalagi sampai menihilkan Banprov, itu tidak akan saya lakukan kalau benar nanti jadi wagub Jabar. Saya akan jadi negarawan,” kata dia.***

Bagikan: