Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.6 ° C

Cemari Sungai Citarum, Ipal PT SPH Dipasangi Garis Polisi

Dodo Rihanto
Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar Slamet Waloya memimpin pemasangan garis polisi di area instalasi pengolahan limbah (Ipal) milik pabrik tekstil PT Sinar Putra Hugitex (SPH).*
Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar Slamet Waloya memimpin pemasangan garis polisi di area instalasi pengolahan limbah (Ipal) milik pabrik tekstil PT Sinar Putra Hugitex (SPH).*

KARAWANG, (PR).- Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Karawang memasang garis polisi (police line) di area instalasi pengolahan limbah (Ipal) milik pabrik tekstil PT Sinar Putra Hugitex (SPH) yang berlokasi di Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Jumat, 29 Juni 2018. Pabrik tersebut diduga kuat membuang limbah cair ke aliran Sungai Citarum tanpa melalui proses yang benar.

Pemasangan garis polisi itu dipimpin langsung Kepala Polres Karawang, Ajun Komisaris Besar Slamet Waloya. Ia didampingi Kasat Reskrim Ajun Komosaris Maradona Armin Mapaseng bersama jajarannya.

Seusai memasang garis polisi, Slamet Waloya menyatakan Ipal PT SPH statusnya dalam penyelidikan.

Menurut Slamet Waloya, pihaknya melakukan olah TKP dan menetapan status quo terhadap Ipal milik pabrik tekstil tersebut. "Perusahaan ini disinyalir tidak mengolah limbah cair sebagaimana mestinya. Limbah terindikasi dibuang tanpa diolah dahulu, sehingga mencemari lingkungan," ungkap Slamet.

Dikatakan juga, sejauh ini Polres Karawang terus mendalami operasional pengolahan limbah perusahaan tersebut. "Jika ada unsur pidananya, kami akan tindak sesuai hukum yang berlaku," ujar Slamet.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mapaseng menambahkan, dugaan sementara PT SPH tidak mengolah limbah sesuai tahapan. Padahal seharusnya, limbah tersebut harus melewati beberapa bak pengolahan sebelum akhirnya dibuang ke Sungai Citarum.

"Mulai dari water treatment hingga ke proses pembuangan harus benar-benar sesuai aturan," katanya.

Menurut Maradona, pihaknya telah mengambil sampel air limbah mulai dari pembuangan awal hingga mulut pembungan ke Citarum. Sampel limbah tersebut selanjutnya akan diteliti di laboratorium.

"Jika kadar Ph di area masuk dan keluar pengolahan limbah sama, maka dipastikan limbah tersebut tidak diolah," kata Maradona.

Sementara itu, pihak perusahaan diwakili seorang wanita yang engan disebutkan namanya hanya memberikan tanggapan singkat atas pemasangan garis polisi di sekeliling Ipal miliknya. "Saya tidak mengerti," ucapnya.***

Bagikan: