Pikiran Rakyat
USD Jual 14.413,00 Beli 14.315,00 | Cerah berawan, 24.4 ° C

Antiklimaks Hilangnya Ribuan Surat Suara, Ternyata Ikut Dimusnahkan

Ani Nunung Aryani
WARGA memasukan surat suara seusai melakukan pencoblosan di TPS 02, Jalan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu, 27 Juni 2018. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  2018 serentak menjadi bagian dari pesta demokrasi warga dalam rangka memilih Gubernur-wakil Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung.*
WARGA memasukan surat suara seusai melakukan pencoblosan di TPS 02, Jalan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu, 27 Juni 2018. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serentak menjadi bagian dari pesta demokrasi warga dalam rangka memilih Gubernur-wakil Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung.*

SUMBER, (PR).- Sebanyak 2.467 surat suara Pemilihan Bupati Cirebon 2018 untuk enam TPS di Desa Danamulya Kecamatan Plumbon, yang dikabarkan raib, ternyata ikut dibakar secara tidak sengaja, saat pemusnahan surat suara yang rusak, Selasa, 26 Juni 2018 malam menjelang hari pencoblosan.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon Saefudin Jazuli dalam konferensi pers yang digelar di kantor KPU Kabupaten Cirebon, Kamis, 28 Juni 2018 malam.

Konferensi pers dihadiri lengkap oleh Wakil Bupati Cirebon, Ketua Desk Pilkada, Ketua Panwaslu, Dandim dan Kapolres Cirebon.

Saefuddin Jazuli mengakui kesalahan prosedur yang dilakukan di jajaran internal KPU, sekretariat maupun di tingkat PPK, sehingga pihaknya atas nama lembaga penyelenggara pemilu, meminta maaf kepada warga dan semua pihak.

“Berdasarkan audit dan investigasi  bersama KPU dengan kepolisian, disimpulkan tidak ada surat suara yang hilang. Namun yang ada adalah kesalahan human error, karena kesalahan administrasi, sehingga surat suara tercampur dengan surat suara rusak dan ikut dimusnahkan pada Selasa 26 Juni pukul 20.00 WIB,” katanya.

Saefudin Jazuli mengakui, adanya kesalahan prosedur tersebut membuat distribusi surat suara yang dilaksanakan 23-26 Juni, tidak terawasi dan terkoordinasi dengan baik.

“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi kami di tata kerja personel dan SOP, “ katanya.

Sebelumnya sebanyak 2.467 surat suara Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup) Cirebon di 6 tempat pemungutan suara (TPS) Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, hilang misterius. Hilangnya surat suara diketahui pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS)  Desa Danamulya Selasa, 26 Juni 2018 malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Akibat hilangnya surat suara, jadwal pemungutan suara di desa tersebut molor, karena surat suara pengganti baru tiba di TPS Rabu pukul 7.15. Surat suara pengganti yang diberikan KPU Kabupaten Cirebon pun hanya sejumlah 1.973 buah, atau sekitar 80% dari DPT di 6 TPS.

Dikembalikan pada KPU



Sementara itu Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Polisi Suhermanto yang hadir juga saat konferensi pers menegaskan, karena dari hasil investigasi bersama ternyata kasus tersebut karena faktor kesalahan administrasi akibat human error, sehingga perkaranya dikembalikan lagi kepada KPU.

“Karena ini kesalahan administrasi dalam pengiriman, kami serahkan lagi kepada KPU untuk menangani masalah ini,“ katanya.

Sedangkan Wakil Bupati Cirebon Selly Andriani Gantina berharap dengan penjelasan atas kesimpulan kasus surat suara yang semula diduga hilang, seluruh masyarakat termasuk semua kandidat yang maju dalam pilbup, tidak lagi berpikir, kejadian itu akibat kesengajaan.

“Kejadian ini betul-betul karena human error, sehingga kami berharap seluruh masyarakat termasuk semua kandidat yang maju dalam pilbup, tidak lagi berpikir, kejadian itu akibat kesengajaan. Ini bukan indikasi pidana tapi karena kesalahan administrasi,“ katanya.

Selly hanya menekankan kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi bersama KPU, Panwaslu, Desk Pilkda dan aparat keamanan, ke depan harus memiliki SOP yang jelas terkait pengiriman logistik.***

Bagikan: