Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

Sutrisno Mundur dari Ketua DPC PDIP Majalengka karena Terlalu Banyak Fitnah

Tati Purnawati

MAJALENGKA, (PR).- Sutrisno menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka. Ia menyatakannya setelah mengumumkan kemenangan Karna Sobahi-Tarsono yang diusung PDI P di Pilbup Majalengka 2018.

Alasan mundurnya, kata dia, karena terus menerus muncul polemik dan kontroversi di internal partai. Ia ingin menjaga kondusivitas di tubuh partai yang sudah dipimpinnya hampir mendekati 10 tahun tersebut.

“Dengan berakhirnya pilkada kemarin dan lembaga resmi KPU belum selesai melajukan kinerjanya. Namun partai sudah membuat rekapan dan Karna Tasono sudah dinyatakan menang untuk memimpin Majalengka ke depan,” ungkap Bupati Majalengka tersebut.

Ia menyebut terlalu banyak fitnah yang diarahkan kepadanya, dan khawatir akan mengganggu kondusivitas partai. Sedangkan PDI P dihadapkan pada suksesi Pilpres dan Pileg usai Pilkada Serentak 2018.

“Maka sebagai ketua DPC PDI  Perjuangan di Majalengka ini saya akan meminta izin ke DPP, Ibu Megawati, untuk mundur sebagai ketua DPC. Tapi saya tidak akan ke mana-mana, akan tetap di PDIP, karena proses politik 2019 sangat penting  harus di jaga,”  ungkap Sutrisno.

“Sekarang ini sudah terjadi dan berkembang fitnah kepada saya. Masa jabatan saya sebetulnya berakhir  tahun 2020. Keinginan besar saya setelah ini adalah menyelamatkan anggota dan kader terbaik partai untuk duduk di kursi legislatif,” ungkap Sutrisno.

Karna dikunjungi pesaing Maman Imanulhaq



Calon Bupati Majalengka KH. Maman Imanulhaq bersama istrinya kunjungi calon bupati lainnya Karna Sobahi, di rumahnya di Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka, Kamis 28 Juni 2018. Karna disebut hasil hitung cepat Pilbup Majalengka 2018 sebagai peraih suara tertinggi.

Kunjungan Maman ke rumah Karna Sobahi untuk menyampaikan ucapan selamat atas hasil quick count itu. Meski hasil hitung resmi versi KPU baru akan diumumkan pada 9 Juli 2018 mendatang.

“Kita memang masih menunggu hasil KPU. Tapi atas nama pasangan nomor 1 saya mengucapkan selamat kepada Pak Haji Karna yang berdasarkan perhitungan memperoleh suara terbanyak,” ungkap Maman.

Pertemuan antara Maman dan Karna berlansung  cair dan hangat. Tak tampak sisa persaingan dalam Pilkada di antara keduanya.

“Saya sebagai rival, juga merasa bahagia dengan kemenangan beliau, “ ujar Kang Maman, sapaan akrab Maman Imanulhaq.

Bahkan dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir satu jam itu, sempat meneyebut Karna adalah  sosok yang mengakar di Majalengka.

“Mudah – mudahan ke depan Majalengka menjadi lebih agamis, lebih maju,” ungkap Maman yang mengajak istri Karna Sobahi untuk bergabung dan berfoto bersama.

Sementara itu Karna Sobahi menyambut baik kehadiran Maman Imanul Haq. dia menyebutnya orang yang familier dan mampu mencairkan suasana di mana saja. Termasuk ketika pertemuan diantara pasangan calon sebelum pemilu berlangsung.

“Terima kasih kehadirannya dan mohon dukungannya kedepan, membantu suasana yang kondusif di Majalengka,” ungkap Karna Sobahi.***

Bagikan: