Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 23.3 ° C

Koalisi PKS-Gerindra di Pilwalkot Bekasi Tunggu Hasil Penghitungan KPU

Riesty Yusnilaningsih

BEKASI, (PR).- Pasangan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus tetap menaruh asa sanggup memenangi Pilwalkot Bekasi 2018 meskipun hasil hitung cepat memperlihatkan pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Gerindra itu kalah jauh dari kandidat petahana. Terhadap pasangan yang unggul, Rahmat Effendi-Tri Adhianto, kubu Nur Firdaus mengimbau mereka tak merayakan euforia berlebih.

"Siapa saja boleh mengklaim menang, tapi hasil hitung cepat bukanlah penentu. Pemenang yang sebenarnya akan disahkan Komisi Pemilihan Umum setelah perhitungan suara riil usai. Jadi jangan dulu merayakan dengan euforia berlebihan kalau baru dinyatakan unggul versi hitung cepat," kata kuasa hukum pasangan Nur Firdaus Hiu Hindiana, Kamis, 28 Juni 2018.

Hiu mengatakan, tim kuasa hukum juga tim pemenangan pasangan Nur Firdaus tidak akan tinggal diam. Justru tim masih kompak dan semangat dalam upaya memenangkan Nur Firdaus sebagai pemenang Pilwalkot Bekasi 2018.

"Banyak kecurangan yang terjadi selama penyelenggaraan pencoblosan. Temuan-temuan kami di lapangan sedang dihimpun dan akan dilaporkan secara resmi. Jika ditindaklanjuti dengan serius, bukan tidak mungkin pelanggaran yang kami temukan bisa memicu digelarnya pemilihan ulang," ucap Hiu tanpa merinci bentuk pelanggaran dimaksud.

Namun dalam kesempatan sama, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Ibnu Hajar Tanjung mengatakan pihaknya akan mempermasalahkan banyaknya pemilih yang tidak dapat menyalurkan hak politiknya.

"Misalnya saja di rumah saya, dari 12 anggota keluarga yang sudah terdata saat proses pencocokan dan penelitian, nyatanya hanya empat orang yang mendapatkan undangan," ucapnya.

Situasi demikian pun, berdasarkan pantauannya, terjadi pula pada warha RW 27 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu.

"Sekalinya pemilih yang tidak mendapatkan undangan datang pukul 12.00 berbekal KTP elektronik, surat suaranya habis. Jadinya hak politik warga tidak tersalurkan," ucap Tanjung.

Hal ini akan menjadi perhatian serius timnya dikarenakan menjadi kerugian bagi pasangan Nur Firdaus.***

 

Bagikan: