Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 21.8 ° C

Usai Akad, Pengantin Baru Mencoblos Mengenakan Kebaya Nikah

Tommi Andryandy
ADE Fauziah beserta suaminya, Abdul Idris, menggunakan kebaya nikah saat mendatangi TPS 12 di Kampung Bulu RT 04/03 Desa Setia Mekar Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu 27 Juni 2018. Pakaian itu dikenakan karena hari pencoblosan Pilkada digelar bersamaan dengan hari pernikahan mereka.*

ADE Fauziah beserta suaminya, Abdul Idris, menjadi pusat perhatian. Tatkala memasuki tempat pemungutan suara (TPS) 12 di Kampung Bulu RT 04/03 Desa Setia Mekar Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Rabu 27 Juni 2018. Bagaimana tidak, keduanya datang mencoblos dengan mengenakan pakaian pengantin.

Ade tampak cantik dengan kebaya putih yang membalut tubuhnya. Lengkap dengan riasan wajah, serta kerudung yang dihiasi rangkaian melati, penampilan Ade begitu sempurna bahkan mungkin terlalu sempurna jika hanya untuk digunakan ke TPS.

Begitu pun Abdul yang rapi dengan setelan jas hitam beserta kemeja putih. Pakaian itu membuatnya nampak gagah, bahkan mungkin melebihi kegagahan para pria yang fotonya dipasang di surat suara. Penampilan mereka pun tak pelak menjadi sorotan, sejak memasuki TPS hingga menyelesaikan pemilihannya di bilik suara.

Saat dikonfirmasi, apa yang ditampilkan di TPS 12 tidak lain karena keduanya baru melangsungkan pernikahan. Jadi sekitar pukul 8 pagi, Abdul mengucapkan ijab kabul di kediamannya Ade, tidak jauh dari TPS. Usai menggelar akad, Ade lantas mengajak Abdul ke TPS untuk menunaikan haknya sebagai warga negara.

“Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai insan manusia, keduanya kemudian menunaikan haknya sebagai warga di negara demokrasi. Maka selain pesta demokrasi, 27 Juni ini pun menjadi pesta bagi kedua keluarga mempelai,” kata Muhammad Jamil, tokoh masyarakat sekaligus kerabat dari keluarga mempelai.

Ditemani suami saat memilih



Ade tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap di TPS 12, sedangkan Abdul warga Desa Mangunjaya yang bersebelahan dengan Setia Mekar. Meski tidak memberikan hak pilihnya di TPS tersebut, Abdul tetap menemani sang istri hingga di dekat bilik suara.

Dikatakan Jamil, tidak ada kesengajaan dari kedua keluarga untuk menggelar pernikahan tepat di hari pencoblosan. Hari pernikahan itu telah ditetapkan berdasarkan penghitungan hari baik serta kesepakatan kedua keluarga.

“Jadi memang bukan disengaja tanggal sekarang, karena memang pernikahan ini sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu. Namun saat menjelang hari H, keluarga baru menyadari bahwa pernikahan sekarang bersamaan dengan pilkada,” ucapnya.

Kesamaan hari ini, kata Jamil, sempat membuat keluarga ragu melanjutkan pernikahan. Namun akhirnya keluarga berkoordinasi dengan pihak panitia pemungutan suara, panitia pengawas hingga pihak pengamanan dan kemudian pernikahan tetap diselenggarakan.

“Akhirnya semua dikoordinasikan dengan PPS, Panwas dan pihak keamanan. Dari hasil koordinasi, semua sepakat acara (pernikahan) tetap dilanjutkan namun tanpa panggung hiburan,” ujar Jamil.

Untuk menjaga kelancaran pilkada, pernikahan Ade dan Abdul digelar sederhana. Tanpa ada hiburan, kedua keluarga akhirnya menggelar syukur dengan hanya mengundang kerabat dekat.***

Bagikan: