Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

Pesisir Pantura Pasang, Petugas Siaga

Gelar Gandarasa
PETUGAS BPBD Indramayu bersiaga di Pantai Karangsong, Rabu, 20 Juni 2018. Air pasang dikhawatirkan berdampak terhadap para pengunjung yang tengah berwisata.*

INDRAMAYU, (PR).- Pesisir pantai utara Indramayu dilanda pasang. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu siap siaga di titik lokasi pasang tersebut. Apalagi saat ini masyarakat kebanyakan tengah menghabiskan waktu liburan di wilayah pantai.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana mengatakan, wilayah mengalami peninggian air laut atau pasang ada di Pantai Glayem, Tirtamaya, dan Karangsong. Kendati pasang dipastikan kondisi di titik lokasi tersebut masih aman terkendali.

Sebagai langkah antisipasi kata Edi, BPBD telah menyiagakan sejumlah petugas di lapangan. Petugas tersebut dilengkapi dengan peralatan kebencanaan untuk menghindari kemungkinan negatif yang ditimbulkan dari air pasang itu.

Perahu karet dan kendaraan operasional juga sudah disiagakan di lokasi. Edi mengatakan, ketinggian air pasang di wilayah tersebut tak sama. Pasalnya setiap jam selalu mengalami peningkatan atau penurunan. “Selalu berubah-ubah,” kata dia, Rabu, 20 Juni 2018.

Selain petugas BPBD, dilibatkan juga petugas Polair dalam menjaga kenyamanan pengunjung saat berwisata di pantai Indramayu. “Petugas masih disiagakan di lokasi pasang,” ungkap dia.

Edi mengatakan, para petugas tersebut akan berjaga hingga surutnya pengunjung di sejumlah pantai wisata.

Padat pengunjung



Agung salah seorang warga Karangsong mengatakan, pasangnya air sudah terjadi semenjak Selasa, 19 Juni 2018 kemarin. Kendati pasang, masih banyak warga yang berlibur di Pantai Karangsong Indramayu.

“Masih padat oleh pengunjung. Sekarang kan masih pada libur,” ujarnya.

Puncak air pasang biasanya akan terjadi pada pukul 18.00. “Kemarin tinggi gelombang mencapai 1,1 meter lebih. Biasanya di bawah 1 meter,” katanya.

Kendati demikian saat ini air sudah perlahan surut dan air pasang tidak terlalu tinggi. Dia khawatir, air pasang menyebabkan rob seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Saat itu rob menerjang wilayah Karangsong hingga merendam kios pedagang. Selain itu, banyak empang milik warga setempat yang kebanjiran.  

Sementara itu, Ketua Komunitas Relawan Independen Indramayu Supardi mengatakan, saat ini pesisir pantura memang tengah dilanda pasang. Dia pun mengaku, akan segera mengecek dan menyiapkan para relawan jika sewaktu-waktu dibutuhkan di lapangan.

Para relawan pun sudah diterjunkan untuk mengecek dampak yang ditimbulkan dari air pasang tersebut. Fokus pengamanan dititikberatkan terhadap para wisatawan yang tengah berwisata di pantai Indramayu.  

Sebelumnya pada Mei bulan kemarin, air pasang yang menerjang pesisir Indramayu mengakibatkan banjir rob di sejumlah pantai. Rob total merendam sekitar 500 rumah lebih milik warga.

Rob terparah terjadi di wilayah Karangsong dan Juntinyuat Indramayu. Di Juntinyuat 15 rumah roboh akibat diterjang banjir rob tersebut. Sementara itu, di wilayah Karangsong para juragan empang harus menelan kerugian setelah empang bandengnya hanyut terbawa arus air.

Untuk itulah kata Edi, petugas sedari dini telah disiagakan di lokasi pasang untuk menghindari dampak yang sama seperti rob lalu.***

Bagikan: