Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 20.8 ° C

Kapal Compreng Terdampar di Pangandaran, Para Awak Tertidur Pulas

Agus Kusnadi
Beberapa petugas Polair Pangandaran Polres Ciamis dan HNSI saat menangani kapal compreng yang terdampar.
Beberapa petugas Polair Pangandaran Polres Ciamis dan HNSI saat menangani kapal compreng yang terdampar.

PANGANDARAN, (PR).- Tengah asyik tertidur pulas, kapal bersama lima awaknya terdampar ke pingir pantai, Selasa, 12 Juni 2018 sekira pukul.09.00 WIB. 

Terdamparnya kapal nelayan jenis compreng Medi Jaya bersama lima awak kapal tersebut akibat tali jangkar putus dan terbawa gelombang dan angin saat berlabu di perairan pantai barat tepatnya di dekat bangkai MV Viking Lagos. Tampak beberapa anggota Satuan Polisi Perairan Pangandaran Polres Ciamis dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab Pangandaran tengah membantu mengatasi penanganan atas kejadian tersebut di lokasi.

Tidak ada korban atas terdamparnya kapal compreng tersebut, hanya saja kapal harus ditarik ke tengah dengan menggunakan kapal.

Menurut keterangan Kasat Polair Pangandaran Polres Ciamis AKP Samuji melalui salahsatu anggota Polair Pangandaran Polres Ciamis di lokasi, membenarkan bahwa kapal compreng bernama Medi Jaya terdampar di pantai barat Pangandaran tepatnya di depan hotel Hawai. 

Menurut Samuji, kejadian tersebut saat kelima awak kapal asal Cilacap Jawa Tengah dengan identitas Medi (45) Nahkoda kapal, dan empat ABK, Rebo (60), Sikun (45), Tarmo (50) dan Agus (40) tengah lego jangkar di perairan batu mandi pantai barat Pangandaran, pada pukul 23.00 WIB. 

Kemudian, kata dia, nahkoda kapal turun ke TPI Pananjung untuk melelangkan hasil laut atau ikan. Setelah pulang dari TPI Pananjung, nahkoda kembali ke kapal dan tidur.

"Sekira pukul 24.00 WIB kapal compreng MEDI JAYA yang sedang lego jangkar, tali jangkar nya putus dikarenakan angin kencang," tutur Samuji.

Berdasarkan pengakuan Medi sang Nakhoda, saat itu semua ABK kapal tengah tertidur sehingga tidak menyadari bahwa kapal tersebut terombing ambing. Akhornya kapal terdampar ke pinggir. 

Setelah 3 jam nahkoda kapal beserta ABK berusaha untuk mengembalikan kapal tersebut ke laut tetapi tidak membuahkan hasil. 

Kemudian Nahkoda kapal meminta bantuan untuk menarik kembali kapalnya ke tengah. Sampai saat ini masih menunggu pemilik kapal compreng lainnya untuk menarik kapal Medi Jaya. 

Ditempat terpisah, Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran, Pelda Dayat Sudrajat mengatakan, terdamparnya kapal Medi Jaya akibat anomali cuaca, sehingga berpengaruh kepada gelombang laut dan angin kencang.

"Kami menghimbau kepada para nelayan untuk waspada dan sebelum pergi melaut untuk mengecek prakiraan cuaca melalui BMKG. Begitu pula yang sedang lego jangkar di perairan Pangandaran agar wapada dengan jangkar dikhawatirkan jangkar putus atau larut," ujarnya.



Aman dikunjungi



Sementara itu, meski anomali cuaca yang berpengaruh terhadap gelombang laut dan angin kencang, Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab Pangandaran, Undang Sohbarudin menegaskan, bahwa obyek wisata pantai Pangandaran aman untuk dikunjungi. Pihaknya pun telah menyiapkan petugas penjagabpantai selama liburan hari raya lebaran seperti Balawista, TNI dan Polri serta Polair dan relawan.

"Kami juga telah menyiapkan tim petugas penyelamat pantai dalam melakukan pengamanan dan pemantauan selama liburan hari raya lebaran. Dan kami pun telah memasang rambu-rambu," ucapnya. 

Dirinya menghimbau, kepada para pengunjung ke obyek wisata pantai di Kab Pangandaran agar mematuhi rambu-rambu dan tidak melakukan aktivitas berenang di zona larangan berenang.***

Bagikan: