Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

Tanjakan Emen Jadi Fokus Perhatian Pengamanan Libur Lebaran

Yusuf Adji
Pengendara sepeda motor melintas di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018 lalu.*
Pengendara sepeda motor melintas di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa, 27 Februari 2018 lalu.*

SUBANG, (PR).- Tanjakan emen di Cicenang, Desa/Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang menjadi salah satu fokus pengamanan arus mudik dan balik lebaran, khususnya di saat musim libur Lebaran. Pasca-lebaran, jalur itu selalu ramai oleh wisatawan, sehingga arus lalu lintas akan diberlakukan buka tutup, dan kendaraan dari dua arah melintas bergantian.

"Tanjakan Emen itu masalahnya geografis. Antisipasinya cuma satu, kendaraan melintas dengan cara gantian. Jadi satu arah bergantian buka tutup, seperti itu, karena tak ada cara lain. Jalannya gak bisa dilebarin. Tapi prinsipnya polisi memberikan pelayanan pengaturan lalu-lintas selama arus mudik, libur lebaran dan arus balik, " kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Maryoto seusai acara Tabligh Akbar dan buka bersama Polres Subang di Halaman Mapolres, Selasa, 29 Mei 2018 malam.

Acara diisi penceramah nasional Ust. Dr Wijayanto itu mengusung tema "Dengan Hikmah Puasa Ramadhan & Nuzulul Qur'an Kita Mantapkan Iman dan Taqwa, Perkokoh Persatuan & Kesatuan serta Mewujudkan Pilkada 2018 Kondusif".

Kapolda mengatakan, setiap arus mudik berlangsung jalur selatan selalu padat. Pasalnya banyak warga tinggal berbagai daerah berasal dari selatan, sehingga mudik lebarannya bersamaan dan jalur menjadi padat.

Di Kabupaten Subang, jalur selatan paling perlu diwaspadai dikarenakan rawan laka lantas. Upaya menciptakan keamanan jalur di Tanjakan Emen akan dilakukan sistem bergantian apabila arus lalu lintas padat. Karena masalahnya di sana adalah masalah geografis.

"Kalau jalur mudik di Jalur Pantura relatif aman apalagi jalur jalan tol sudah sampai Pemalang. Justru yang diperkirakan padat itu di Jalur Selatan," ujarnya.

Kapolda juga mengimbau masyarakat yang hendak liburan bersama atau rombongan menggunakan bis atau mobil sewaan hendaknya memeriksa dan memastikan mobilnya laik jalan.

"Masyarakat yang mau sewa mobil khususnya pasca lebaran. Periksa dulu dan yakinkan mobilnya laik jalan. Kadang suka ada bis karyawan yang seharusnya tidak untuk luar kota dan tidak punya trayek tetapi disewakan juga," ujarnya.

Pilkada Serentak 2018



Sementara terkait proses pilkada, lanjutnya, Polda Jabar telah menemukan 115 pelanggaran dalam Proses Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di Jawa Barat. Temuan tersebut umumnya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Desa yang ikut-ikutan.

Temuan yang ada alat buktinya baru ditindaklanjuti. Sedangkan lainnya dilakukan pembinaan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ataupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kalau ada alat buktinya pasti kami proses hukum atau diserahkan kepada KPU dan Panwas. Kalau administrasi diserahkan kepada KPU, kalau pelangaran-pelangaran itu Panwas. Total temuan sekitar 115 kasus," ungkapnya.

Selain itu, kata Agung, secara umum hingga kini situasi pelaksanaan pemilu di Jawa Barat baik Pilkada Gubernur, Bupati maupun Walikota masih aman, belum ada indikasi-indikasi mengkhawatirkan.

Di pilkada nanti siapapun yang terpilih harus bisa menerima dan paslon terpilih melaksanakan kepemimpinan sebaik mungkin. Sedangkan bagi yang tidak terpilih jangan sampai mengerahkan dan mempengaruhi massa sehingga bisa memperkeruh suasana, khususnya kamtibmas di Kab.Subang.

"Mari kita berdoa untuk pilbup dan pilgub di Jawa Barat khususnya Kab. Subang aman dan kondusif. Saya ucapkan terimakasih untuk Pangdam dan Dandim sudah membantu mengamankan pesta demokrasi. Mari kita tingkatkan kerjasama dan bersinegri menjaga keamanan dan kesatuan negara ini khususnya di Jawa Barat," ujarnya.***

Bagikan: