Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.4 ° C

Harta Bos First Travel Dirampas Negara

Bambang Arifianto
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu, 30 Mei 2018.*
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kedua kiri) menjalani sidang kasus dugaan penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel dengan agenda pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu, 30 Mei 2018.*

DEPOK, (PR).- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan vonis masing-masing pidana 20 tahun dan 18 tahun penjara kepada bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan di PN Depok, Kalimulya, Cilodong, Rabu, 30 Mei 2018. Pasangan suami isteri tersebut terbukti menipu dan melakukan pencucian uang para calon jamaah First Travel sehingga gagal berangkat umrah.

Vonis dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Sobandi.‎ "Menyatakan terdakwa 1  Andika Surachman dan terdakwa 2 Anniesa Desvitasari Hasibuan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana bersama-sama melakukan penipuan dan pencucian uang sebagai perbuatan berlanjut," kata Sobandi saat membacakan amar putusan.

Keduanya juga mendapat pidana denda Rp 10 miliar subsider 8 bulan kurungan. Sejumlah harta benda terdakwa yang menjadi barang bukti dirampas pula oleh negara.

Andika merupakan Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) yang bertanggung jawab memimpin mengendalikan perusahaan. Sedangkan Anniesa menjabat direktur dengan tugas menjalin komunikasi dengan para koordinator First Travel.

Terdakwa lainnya, Siti Nurhaida Hasibuan alias Kiki selaku Komisaris dan Kepala Divisi Keuangan First Travel diganjar pidana 15 tahun penjara dan denda senilai Rp 5 miliar rupiah subsider 8 bulan kurungan.

Pada 2015, First Travel juga menawarkan paket promo 2017 dengan harga Rp 14.300.000 perorang untuk perjalanan sembilan hari. Paket tersebut ditawarkan pada Januari 2015 untuk pemberangkatan November 2016 - Mei 2017.

Padahal, biaya tersebut di luar harga normal perjalanan umrah senilai Rp 20 juta. 

"Bahwa di persidangan terdakwa menerangkan bahwa sejak awal sejak dari awal menyadari harga paket umrah promo sebesar Rp 14.300.000 tidak cukup untuk membiayai paket perjalanan badah umrah seperti yang ditawarkan," ujar Teguh.

Akan tetapi, para terdakwa tetap memasarkan promonya tersebut sehingga menarik para jamaah. Bahkan First Travel membuka cabang di Medan, Kebun Jeruk, Kuningan, Jalan TB Simatupang, Bandung dan Sidoarjo guna memasarkan paket itu. Mereka juga membentuk jaringan pemasaran di seluruh Indonesia.***

Bagikan: