Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Perusahaan Pembuang Limbah ke Citarum Diincar Polres Purwakarta untuk Ditutup

Mochammad Iqbal Maulud
PERUSAHAAN yang diduga telah membuang limbah ke Citarum ditutup Satuan Reskrim Polres Purwakarta tepatnya di PT Indonesia Liboron Fiber System, di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur pada Kamis 24 Mei 2018 lalu.
PERUSAHAAN yang diduga telah membuang limbah ke Citarum ditutup Satuan Reskrim Polres Purwakarta tepatnya di PT Indonesia Liboron Fiber System, di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur pada Kamis 24 Mei 2018 lalu.

PURWAKARTA, (PR).- Polres Purwakarta membidik belasan perusahaan di Kabupaten Purwakarta yang terindikasi membuang limbah ke Sungai Citarum. Keputusan ini menyusul imbauan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Citarum Harum.

"Hasil penyelidikan jajaran kami, di wilayah hukum Polres Purwakarta ini ada sekitar 16 perusahaan yang terindikasi mencemari Sungai Citarum,"  ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta Ajun Komisaris Agta Bhuwana pada Jumat 25 Mei 2018.

Menurut Agta, pihaknya masih mengumpulkan bahan keterangan lainnya untuk proses penyelidikan. Selain itu Polres Purwakarta pun telah memanggil pihak-pihak terkait untuk nantinya dimintai keterangan.

"Jadi untuk sementara fakta dan temuan yang berhasil diperoleh di lapangan, belasan perusahaan tersebut tidak mengantongi izin pengolahan limbah. Serta perusahaan-perusahaan tersebut, tidak melakukan pengelolaan limbah dengan baik," ucap Agta.

Agta pun menegaskan setelah dikeluarkannya peraturan presiden mengenai Citarum Harum, jajarannya terus mengintensifkan pengawasan terhadap perusahaan yang ada. Terutama, perusahaan yang berada di sepanjang DAS Citarum.

"Setiap hal yang berkaitan dengan Sungai Citarum, pasti akan terus kami awasi. Kami pun tak segan menindak siapapun yang mencemari Citarum," ujar Agta. 

Polres Purwakarta pun tak main-main dengan penutupan ini, sebelumnya pada Kamis 24 Mei 2018 telah menutup outlet pengolahan limbah dari PT Indonesia Libolon Fiber System. Tepatnya di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Laporan warga



Perusahaan tekstil milik asing ini terindikasi telah melakukan pencemaran lingkungan, terutama di aliran Sungai Citarum. Perusahaan tersebut, diduga telah membuang limbah cair secara langsung ke Sungai Cikembang. Seperti diketahui sungai tersebut merupakan aliran anak Sungai Citarum.

Agta pun menjelaskan dugaan pencemaran ini terungkap setelah jajarannya menerima laporan dari warga. Laporan ini tentang adanya ketidakberesan pengelolaan limbah cair di perusahaan asal Taiwan itu. "Hasil penyelidikan kami, limbah cair yang dihasilkan dari perusahaan tersebut tidak diproses sebagaimana mestinya," ujar Agta.

Menurut Agta, perusahaan ini diduga telah melanggar undang-undang Lingkungan Hidup (LH). Sementara untuk proses selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta. Serta menunggu hasil uji laboratorium kadar air limbah tersebut.

"Nanti kita lihat hasil uji laboratoriumnya. Uji lab ini untuk memastikan kandungan berbahaya apa saja yang terdapat dari air limbah yang dibuang oleh perusahaan ini," ucapnya.***

Bagikan: