Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 21.8 ° C

Lima Desa Didera Angin Puting Beliung

Nuryaman
PERSONEL BPBD Kabupaten Kuningan dan sejumlah sukarelawan membantu menyingkirkan pohon sukun menimpa atap rumah warga di Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung, Kuningan, Kamis 24 Mei 2018.*
PERSONEL BPBD Kabupaten Kuningan dan sejumlah sukarelawan membantu menyingkirkan pohon sukun menimpa atap rumah warga di Desa Sindangsari, Kecamatan Sindangagung, Kuningan, Kamis 24 Mei 2018.*

KUNINGAN, (PR).- Sebagian masyarakat di lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Kuningan, masih melakukan perbaikan rumah mereka yang rusak, Kamis 24 Mei 2018. Sehari sebelumnya, tepatnya petang hari menjelang waktu buka puasa, warga dibuat panik oleh angin puting beliung menumbangkan pepohonan serta merusak atap sejumlah rumah penduduk.

Pusaran angin kencang berpindah-pindah sore itu, melanda sebagian wilayah Desa Lengkong di Kecamatan Garawangi dan empat desa di Kecamatan Sndangagung. Keempat desa itu adalah Desa Sndangsari, Kertaunggaran, Kaduagung, dan Citiusari. Bencana di lima desa itu berlangsung pada waktu hampir bersamaan, sekitar pukul 16.00-16.30 WIB di tengah hujan lebat.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menyatakan bahwa bencana angin puting beliung di lima desa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. "Korban luka juga alhamdulillah tidak ada," ujar Agus Mauludin yang sedang memimpin langkah penanganan lanjutan dampak bencana tersebut di Desa Sindangsari, Kecamatan Garawangi, Kamis 24 Mei 2018.

Berdasarkan hasil pendataan BPBD Kuningan serta pantauan pemeritah desa setempat, amukan angin puting beliung di lima desa itu telah mengakibatkan puluhan pohon di lingkungan permukiman dan kebun penduduk tumbang. Sementara itu, atap enam rumah warga rusak.

Selain itu, bencana angin puting beliung sore itu juga sempat mengakibatkan banyak pohon tumbang menimpa jalan raya. Sebut saja ruas akses jalan utama Garawangi-Kuningan dan akses jalan penghubung antara Desa Citiusari-Purwasari. Kedua dua ruas jalan itu sempat ditutup selama beberapa jam. 

Untungnya, pohon-pohon tumbang itu tidak sampai melukai warga maupun menimpa pengguna kendaraan yang melintas.

Pohon rentan tumbang



"Alhamdulillah kami sekeluarga juga selamat. Begitu mengetahui datang angin puting beliung dan ketika pohon-pohon ini tumbang menimpa atap rumah saya ini, saya, istri dan anak-anak saya sudah berada di luar rumah," tutur Solihin, Ketua RW 05, Desa Sindangsari.

Terpantau "PR" di sejumlah desa yang terkena bencana tersebut, masyarakat dibantu petugas dari berbagai unsur sibuk memotong-motong dan menyingkirkan sisa-sisa batang pohon tumbang menimpa rumah dan jalan lingkungan. Termasuk di antaranya memangkas dan menebang pohon-pohon rawan tumbang di lingkungan permukiman sebagai upaya antisipasi.

Agus Mauludin mengingatkan kepada masyarakat bahwa bencana angin puting beling atau angin kencang bisa terjadi di mana saja dan bersifat mendadak.

"Oleh karena itu, jika mendapati cuaca hujan disertai tiupan angin sebaiknya pengendara kendaraan dan masyarakat berusaha menjauhi pohon-pohon rentan tumbang atau patah dahan. Untuk antisipasi, pohon-pohon yang rentan tumbang menimpa rumah atau jalan, agar ditebang saja," katanya.***

Bagikan: