Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Korupsi, Mantan Pejabat Dinkes Subang Dituntut 6 Tahun Penjara

Yedi Supriadi

BANDUNG, (PR).- Suhendi, mantan bendahara pengeluaran Dinkes Subang dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Subang. Terdakwa yang merupakan pengepul uang zaman bupati Ojang Suhandi ini juga dikenakan denda Rp 200 juta subsider kurungan enam bulan penjara.

Demikian hal tersebut terungkap dalam sidang tuntutan kasus dugaan penyelewengan APBD Subang Tahun Anggaran 2014, di Dinkes Subang dengan kerugian negara hasil perhitungan BPK Rp 15 miliar lebih. Sidang yang dipimpin Hakim Fuad Muhammadi digelar di ruang 1 PN Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu 23 Mei 2018.

Dalam tuntutannya, JPU Kejari Subang, Taufik Effendi, menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana korupsi.  "Memohon majelis yang menangani perkara terdakwa, menjatuhkan hukuman enam tahun penjara," kata Taufik. 

Selain hukuman badan, Suhendi juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta, atau diganti dengan masa penahanan selama enam bulan. Tidak hanya itu, Suhendi pun diharuskan membayar uang ganti rugi Rp 15 miliar, atau diganti kurungan selama tiga tahun. 

Sebelum membacakan tuntutannya, Taufik juga menyebutkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan sebagai bahan pertimbangan. Untuk hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Sementara untuk hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, mempunyai tanggungan keluarga, dan sopan selama di persidangan. Atas tuntutan tersebut, Suhendi dan kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Sidang pun ditunda dan akan dilanjukan pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi.

OTT



Modusnya dia memakai dan menyelewengkan uang anggaran yang ada di Dinkes Subang APBD 2014, di antaranya anggaran untuk kegiatan JKN, termasuk anggaran bantuan dari pemerintah pusat. kebanyakan uang tersebut dipakai untuk keperluan pribadinya.  Nama Suhendi mencuat setelah KPK menangkap jaksa Devianti jaksa yang menyidangkan kasus korupsi BPJS dengan terdakwa Jajang Abdul kholik dan Budi Subiantoro. 

Dalam kasus tersebut Bupati Subang Ojang Suhandi juga ditangkap KPK. Dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini, Jajang juga dijadikan tersangka oleh KPK karena menyuruh istrinya Jajang memberi uang ke Jaksa Devianti atas perintah Jaksa Fachri Nurmallo.

Suhendi mulai disebut-sebut dalam persidangan saat Kabid Yankes Jajang Abdul Kholik disidangkan dalam kasus korupsi dana BPJS sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 2,6 miliar. Selain divonis penjara, Jajang juga harus mengembalikan kerugian negara Rp 1 miliar lebih. 

Jajang dinilai telah melakukan korupsi dan melanggar pasal 2 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001. Kasus korupsi itu terungkap setelah ada temuan kerugian negara Rp 2,6 miliar, oleh BPK. Berdasarkan audit BPK, dari dana tersebut dipotong Kabid Yankes Rp 155 juta, bidang Yankes Rp 825 juta termasuk di dalamnya karyawan Dinkes dan puskesmas.

Pemotongan terbesar diambil oleh Suhendi, Kabid Anggaran Pengeluaran di Pemkab Subang sebesar Rp 1,020 miliar. Setelah KPK menetapkan tersangka terhadap Ojang Suhandi, Bareskrim Mabes Polri kemudian menetapkan Suhendi sebagai tersangka. Kasus Suhendi pun ditangani oleh Bareskrim dan Kejakgung sebelum akhirnya dilimpahkan ke Kejari Subang.***

Bagikan: