Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Kota Cirebon Akan Pecahkan Rekor Dunia Pameran 1001 Lukisan

Ani Nunung Aryani
Maestro seni lukis kaca asal Kota Cirebon Toto Sunu. (Handri Handriansyah/PR)
Maestro seni lukis kaca asal Kota Cirebon Toto Sunu. (Handri Handriansyah/PR)

CIREBON, (PR). - Sebagai salah satu program Smart City, Kota Cirebon akan menggelar pameran lukisan dengan tajuk "Cirebon 1001 Visual Arts Exhibition". Kegiatan itu ditargetkan masuk rekor dunia sebagai pameran dengan jumlah lukisan terbanyak.

Ketua Tim Pelaksana Smart City Iing Daiman mengatakan, kegiatan itu sekaligus akan menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-649 yang jatuh tepat pada 1 Muharam 1440 H. “Kegiatan pameran lukisan terbanyak akan digelar seusai lebaran,” kata Iing seusai diskusi dengan sejumlah komunitas di ruang command center Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon, Selasa 22 Mei 2018.

Kegiatan tersebut memang sangat sesuai dengan potensi Kota Cirebon dan sekitarnya yang kaya akan mahakarya seni lukis. Tak hanya pelukis kanvas, Cirebon juga memang dikenal dengan sederet maestro lukisan media lain seperti lukisan kaca dengan ratusan karya mereka.

Untuk menyiasati banyaknya karya lukis seniman Cirebon, kata Iing, lokasi pameran tidak dipusatkan di satu titik. Namun akan disebar di semua kantor pemerintahan, termasuk kantor kelurahan di seluruh Kota Cirebon. “Untuk jumlah lukisan yang dipamerkan dalam satu kantor pemerintahan, tergantung ruangnya, “ katanya.

Menurut Iing, kegiatan pameran 1001 lukisan ini juga sekaligus untuk menyebarkan “virus” muralisasi lorong, gang dan dinding kosong di seluruh Kota Cirebon, yang saat ini tengah gencar dilakukan di sejumlah lingkungan di Kota Cirebon. “Tim Pelaksana Smart City saat ini sedang gencar memanfaatkan lorong, gang dan lahan kosong untuk digambar mural, “ ujarnya.

Menurut Iing, smart city bukan hanya soal pendekatan teknologi saja, namun semua aspek kehidupan harus dikelola secara cerdas. “Modal yang dimiliki Kota Cirebon berupa kekayaan budaya, seni tradisi, kuliner dan peninggalan sejarah serta agama, harus menjadi kekuatan  membangun Kota Cirebon, “ katanya.

Tak hanya teknologi



Menurut Iing, kemajuan kota hanya bisa terwujud kalau semua pihak cerdas dalam mengelola, cerdas dalam memperlakukan atau mengelola lingkungan sekitar, cerdas dalam kehidupan sosial, agama, ekonomi dan semua aspek kehidupan lainnya.

“Dikusi ini bukan yang pertama dan terakhir, namun harus digelar, sebagai upaya menghimpun masukan, kritikan yang semua demi kemajuan kota, “ kata Iing.

Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Kota Cirebon Akbarudin Sucipto yang hadir dalam kegiatan diskusi sangat mengapresiasi diskusi yang melibatkan seniman, budayawan dan lainnya untuk berkontribusi dalam program pemerintah. “Kami tentu sangat mengapresiasi kegiatan yang bertujuan untuk kemajuan kota,“ ucapnya.

Akbar hanya memberikan saran, kalaupun ada kegiatan seni, harus ada pertanggungjawaban mutu yang jelas.***

Bagikan: