Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 29 ° C

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Padat Karya Tunai

Windiyati Retno Sumardiyani
Para warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya melakukan kerja bakti memperbaiki saluran irigasi sepanjang 2 kilometer, Sabtu, 12 Mei 2018. Perbaikan bantuan saluran irigasi atas program Padat Karya Tunai dari PT Pupuk Kujang Indonesia diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Tanjungsari.*
Para warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya melakukan kerja bakti memperbaiki saluran irigasi sepanjang 2 kilometer, Sabtu, 12 Mei 2018. Perbaikan bantuan saluran irigasi atas program Padat Karya Tunai dari PT Pupuk Kujang Indonesia diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Tanjungsari.*

HARI masih pagi, namun ratusan penduduk di  Desa Tanjungsari, KecamatanSukaresik, Kabupaten Tasikmalaya sudah disibukkan dengan pacul di pematang sawah, Sabtu, 12 Mei 2018. Mereka bergotong royong memperbaiki saluran irigasi yang telah lama rusak karena kerap terdampak banjir.

Imbas banjir membuat saluran irigasi tersebut mengalami pendangkalan sungai, dan kerusakan pada dinding saluran air.

Obon (70), salah seorang petani senior di Desa Tanjungsari mengatakan, sudah sekian lama saluran irigasi sepanjang 2 kilometer di kampungnya tidak berfungsi maksimal. Obon bersyukur, akhirnya ada bantuan program Padat Karya Tunai dari PT Pupuk Kujang Indonesia untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak tersebut. 

"Ini kalau maksimal, saluran irigasinya bisa mengairi 300 hektare sawah. Kalau sekarang  hanya mengairi 116 hektare sawah saja," ujar Obon saat berbincang dengan "PR" di area persawahan kemarin. 

Mantan Ketua Gabungan Kelompok Tani Kecamatan Sukaresik tersebut berharap saluran irigasi tersebut bisa meningkatkan produktivitas padi di Desa Tanjungsari. Pasalnya, produktivitas  padi di Desa Tanjungsari, Kabupaten Tasikmalaya sangat bergantung pada pasokan air dari irigasi Sungai Cikidang. 

"Di Tanjungsari itu kadang kelebihan air kalau musim hujan, tetapi kalau musim kemarau bisa kering kerontang. Dulu sewaktu irigasi lancar, produksi padi kita perbata bisa 15 kilogram, kalau sekarang paling 9 kilogram," kata Obon. 

Mayoritas petani



Amas, Kepala Desa Tanjungsari mengatakan, mayoritas masyarakat di desanya memang sangat bergantung pada kelancaran pasokan air dari pasokan irigasi. Pasalnya, hampir 80 persen penduduk di Desa Tanjungsari berprofesi sebagai petani.

Amas menyebutkan, para petani memang sempat mengeluhkan saluran irigasi yang mengalami kerusakan di bagian tembok penahan tebing. Jika dibiarkan terlalu lama, petani khawatir, saluran irigasi bisa semakin rusak sehingga menghambat pasokan air. 

"Setelah itu, kita berkomunikasi dengan Bhabinsa setempat untuk mencari solusi, dan Alhadullilah ada program padat karya tunai ini. Mudah-mudahan, selain bantuan irigasi ada bantuan lain yang bisa meningkatkan kualitas pertanian khususnya padi di desa kami," ucap Amas. 

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia PT Pupuk Kujang Indra Armansyah menuturkan, Padat Karya Tunai  merupakan salah satu program  pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Dengan bantuan Padat Karya Tunai tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun kekuatan kebersamaan, keswadayaan gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas.

"Sebenarnya program peningkatan kedaulatan tidak hanya tergantung irigasi, tetapi juga dipengaruhi bibit, jenis pupuk, hingga pengentasan hama. Di Tanjungsari ini, irigasinya kurang bagus, karena sering terdampak banjir. Padahal,  penduduk Tanjungsari sangat bergantung pada lahan perhatian," ucap Indra. 

Tak hanya melulu soal peningkatan produktivitas hasil petanian, melalui program padat karya tunai tersebut, PT Pupuk Kujang berharap ada peningkatan pendapatan bagi masyarakat di Desa Tanjungsari. Menurut Indra, program padat karya yang dikerjakan secara gotong royong mampu menyerap tenaga kerja hingga 400 pekerja. 

"Ada 400 tenaga kerja lokal yang terlibat dalam program padat karya ini. Tentu saja otomatis pendapatan masyarakat desa akan meningkat. Pembangunan diprioritaskan sarana irigasi yang rusak seperti pebaikan dinding saluran air, perbaikan pintu air, pengangkatan lumpur serta normalisasi saluran irigasi sepanjang 2 kilometer," kata Indra.***

Bagikan: