Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Kapolres Karawang Diganti Mendadak, Bupati Cellica Menangis Haru

Dodo Rihanto
EKS Kapolres Karawang, Hendy F. Kurniawan bersama Kepala Kepolisian Sektor Kota Karawang, Iwan Ridwan memaparkan kronologis penembakan pelaku Curanmor di depan kamar mayat RSUD Karawang, Minggu 6 Mei 2018 lalu.*
EKS Kapolres Karawang, Hendy F. Kurniawan bersama Kepala Kepolisian Sektor Kota Karawang, Iwan Ridwan memaparkan kronologis penembakan pelaku Curanmor di depan kamar mayat RSUD Karawang, Minggu 6 Mei 2018 lalu.*

KARAWANG, (PR).- Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan secara mendadak diganti. Jabatannya diserahterimakan ke AKBP Slamet Waloya, Kamis 10 Mei 2018. Pergantian pucucuk pimpinan Polri di Karawang itu tanpa ada acara seremonial, seperti pedang pora dan acara pisah sambut di Mako Polres setempat.

Pegantian Kapolres yang terkesan janggal itu diduga kuat terkait dengan peristiwa, Selasa 8 Mei 2018. Saat ini terjadi unjuk rasa ilegal di sebuah pabrik di Kawasan Industeri Internasional City Karawang terkait perebutan limbah ekonomis pabrik tersebut.

Saat unjuk rasa berlangsung, Kapolres Karawang Hendy F. Kurniawan bersama sejumlah anggotanya datang untuk membubarkan aksi. Dari rekaman video yang beredar di dunia maya, Kapolres sempat menyebut beberapa satuan TNI.


"Yang anggota marinir tunggu dulu, yang anggota umum kesini, kalau perlu saya panggil panglima kesini. Tidak boleh ada gaya-gaya preman disini. Saya Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan disini, catat, saya bertanggung jawab, kalau ada yang tidak terima, silahkan berhadapan dengan saya , saya yang bertanggung jawab disini sebagai Kapolres Karawang, tidak boleh ada gaya-gaya preman, kalau ingin pekerjaan pengelolaan limbah, silahkan dengan cara-cara yang benar, tidak boleh pakai gaya-gaya preman, paham ya. Kekuatan apapun tidak boleh ada, silahkan fair, ikuti seleksi karena perusahaan ada standar pemenang limbah‎, tidak asal. Silahkan kalau coba gaya-gaya preman di Karawang, saya pertaruhkan jabatan saya untuk melindungi kepentingan umum. Apalagi ada yang marinir depan saya, harusnya taat turan, harus kendalikan masyarakat sipil karena bukan warga biasa, paham, 5 menit lagi silahkan bubar."




Selang beberapa jam kemudian, muncul video susulan terkait permintaan maaf dari Hendy yang didampingi dua Perwira TNI. Namun. Tak lama setelah itu muncul surat telegram Kapolri nomor ST/1277/V/Kep/2018 tertanggal 9 Mei 2018, yang ditandatangani Karobinkar Brigjen Pol Eko Heri S, bahwa Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan, dimutasikan sebagai Pamen Bareskrim Polri ( diarahkan pada Dittipideksus). AKBP Hendy digantikan AKBP Slamet Waloya yang sebelumnya menjabat Kassubagrenpers Bagren Rojianstra SSDM Polri.


"Assalamualaikum warahmatulah wabarakatuh, terkait beredarnya video saya tentang pengamanan unjuk rasa yang penyebutan oleh saya institusi marinir maupun panglima, saya dengan kerendahan hati meminta maaf yang sebesar-besarnya pada pimpinan TNI dan khususnya pada keluarga besar Korps marinir, tidak ada niatan dari kami untuk melecehkan. Hal tersebut karena kekhilafan kami yang tidak bisa mengontrol situasi di lapangan. Selanjutnya untuk oknum tersebut diproses di POM TNI. Sekali lagi, dengan hati yang tulus kami meminta maaf sebesar-besarnya. Salam hormat untuk senior, pimpinan TNI dan keluarga besar Korps marinir," kata Hendy.




Perpisahan informal diwarnai air mata



Perpisahan antara mantan Kapolres Karawang dengan jajaran Muspida pun dilakukan secara informal. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Endang Sumardi bersama petinggi serikat buruh, dan beberapa pejabat serta anggota Polres Karawang melepas AKBP Hendy F Kurniawan di Rest Area KM 42 Tol Jakarta - Cikampek, Kamis petang 10 Mei 2018.

Pertemuan tersebut merupakan penghormatan terhadap AKBP Hendy F Kurniawan, yang dimutasi mendadak ke Mabes Polri. Konon, malam sebelumnya Hendy baru saja melakukan serah terima jabatan 'dadakan' tampuk pimpinan Kapolres Karawang kepada AKBP Slamet Waloya di markas Polda Jabar.

"Pak Hendy tidak tahu kami menanti di sini. Tapi ajudan sudah kami hubungi agar mampir ke KM 42 supaya kami bisa bertemu dahulu dengan beliau, " ucap salah seorang anggota Polres Karawang. 

Pertemuan itu mengagetkan Hendy, karena sebelumnya dia mengatakan tidak mau dilepas secara mewah seperti Kapolres Karawang terdahulu. 

"Saya yang minta tidak dilakukan acara seremonial. Beban anggota terlalu berat," ucap Hendy.

 


Usai berbincang selama kurang lebih 1 jam dengan Bupati dan Dandim, AKBP Hendy berpamitan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Suasana haru pun tak terbendung saat Letkol Inf Endang Sumardi memeluk erat sebelum melepas kepergian AKBP Hendy. Tampak mata keduanya berkaca-kaca seolah tak rela melepas mitra kerja dan juga sahabat yang harus memenuhi panggilan tugas ke tempat yang baru. 

Bahkan, Cellica Nurachadiana pun meneteskan air mata terbawa suasana haru penuh keakraban itu. "Kapolres terbaik yang pernah bertugas di Karawang, tapi itulah panggilan tugas. Beliau harus meninggalkan Karawang lebih cepat. Ada 5 bulan ya," ucap Cellica.***

Bagikan: