Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 28.6 ° C

OTT PNS Garut oleh Saber Pungli Terkait Gratifikasi dari Bidan?

Rani Ummi Fadila
Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Garut sepi setelah diamankannya PNS di instansi itu oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Jawa Barat, Selasa 8 Mei 2018. PNS yang diamankan bertugas pada bidang pengadaan dan pemberhentian PNS.* RANI UMMI FADILA/ "PR"
Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Garut sepi setelah diamankannya PNS di instansi itu oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Jawa Barat, Selasa 8 Mei 2018. PNS yang diamankan bertugas pada bidang pengadaan dan pemberhentian PNS.* RANI UMMI FADILA/ "PR"

GARUT, (PR).- Diamankannya tiga orang pegawai negeri sipil pada Badan Kepegawaian Daerah oleh tim Saber Pungli Jawa Barat, diduga terkait pengangkatan pegawai negeri sipil yang berprofesi sebagai bidan pada 2018. Seorang bidan diduga memberikan gratifikasi kepada PNS BKD Kabupaten Garut.

Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Garut Widiyana mengatakan, bidan tersebut diduga memberikan uang gratifikasi kepada tiga PNS BKD pada Senin 7 Mei 2018. Pada awalnya, uang tersebut tidak diterima.

Kemudian bidan itu meletakkan uang di meja kerja masing-masing tiga PNS BKD. Oleh tiga PNS, uang tersebut kemudian diambil. "Seharusnya apabila tidak mau menerima, uang gratifikasi diserahkan ke Inspektorat, namun tidak diserahkan," kata Widi kepada "PR", Selasa 8 Mei 2018.

Kasus ini sebelumnya tidak terendus oleh Tim Saber Pungli Kabupaten Garut.  Proses pengangkatan bidan sebagai PNS sudah berjalan sejak 2017. Sebanyak 149 bidan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kepada "PR", Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Garut Budi Sihabudin sempat memberi informasi tentang pengangkatan CPNS bidan tersebut. Setelah diangkat CPNS, 149 bidan itu mengikuti diklat prajabatan. Kemudian Maret 2018, dijadwalkan para CPNS bidang tersebut diangkat menjadi PNS. 

Budi diduga menjadi salah satu dari tiga PNS yang diamankan Tim Saber Pungli Jawa Barat. Dua PNS lainnya adalah bendahara pada bidang pengadaan dan pemberhentian PNS berinisial R dan kepala subbidang pensiun yang juga berinisial R.

Ketiganya diamankan pada siang hari ini, Selasa 8 Mei 2018. Widiyana mengatakan, ia akan berangkat menuju Polda Jabar malam ini untuk mencari kepastian tentang kasus yang menjerat tiga PNS itu.

Tangkap tangan 



Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Samudi membenarkan adanya operasi tangkap tangan di Kabupaten Garut oleh tim gabungan Ditkrimsus Polda Jawa Barat serta Tim Saber Pungli Jawa Barat. Dalam operasi tangkap tangan tersebut, enam orang diamankan dari salah satu satuan kerja perangkat daerah setempat.

Mereka diduga meminta sejumlah uang berkaitan dengan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Kendati demikian, belum dijelaskan secara rinci siapa saja keenam orang yang dimaksud. Begitu pula dengan modus tindakan yang dilakukan.

"Telah di-OTT dan diamankan enam orang ANS kabupaten Garut oleh Ditkrimsus dan tim saber pungli yang diduga meminta sejumlah kepada CPNS di dinas kesehatan," ujar Samudi.***

Bagikan: