Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Jalan Rusak Makin Parah, Warga Ancam Class Action Pemprov Jabar

Ahmad Rayadie
Truk tangki terperosok di jalan pemprov jabar di kampung selakaso di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Minggu, 6 Mei 2018. Warga Pajampangan akan menggugat Pemprov Jabar karena kerusakan ruas jalan Pajampagan masih belun diperbaiki.*
Truk tangki terperosok di jalan pemprov jabar di kampung selakaso di Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Minggu, 6 Mei 2018. Warga Pajampangan akan menggugat Pemprov Jabar karena kerusakan ruas jalan Pajampagan masih belun diperbaiki.*

SUKABUMI, (PR).- Kerusakan ruas jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat di Sukabumi semakin parah. Tidak hanya ruas jalan Lingkar Selatan yang menghubungi sejumlah kecamatan di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tapi kerusakan serupa terjadi di ruas Jalan Selakaso, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Bahkan akibat kerusakan ruas jalan yang tersebar di 17 kecamatan di wilayah Pajampangan, warga mengancam akan melakukan class action terhadap Pemprov Jabar. Gugatan perdata akan segera dilakukan warga bila perbaikan tidak kunjung direalisasikan.

Warga menilai kerusakan jalan tidak bisa lagi di tolerir karena sangat berbahaya saat dilintasi.

Sementara Pemprov Jawa Barat hanya memasang tanda peringatan. Padahal langkah tersebut dinilai sama sekali tidak kongret. Langkah yang seharusnya dilakukan segera melakukan perbaikan ruas jalan tersebut.

“Karena itu, kami mendukung langkah class action yang akan dilakukan warga terhadap Pemprov Jabar. Berbagai persiapan  langkah warga kini telah dipersiapkan  dan akan melakukan upaya gugatan melalui Dinas Bina Marga Jawa Barat,” kata Pengamat Kebijakan Publik dan Advokasi Masyarakat Sukabumi, Endang Rohmat.

Dia mengaku sangat menyesalkan perbaikan ruas jalan hanya dilakukan di beberapa lokasi menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh dari arah Loji, Kecamatan Simpenan dan Palabuhanratu. Padahal kerusakan yang lebih parah menuju Geopark dari ruas Jalan Pangleseran hingga Jalan Bojong Haur di Kecamatan Lengkong. 

“Mereka mengabaikan ruas jalan yang  berada di wilayah Pajampangan,” katanya.

Ruas jalan yang diperkirakan mencapai 30 Km, kata Endang Rohmat, rusak dan masih belum diperbaiki. Begitu pun kerusakan serupa dari ruas Jalan Lengkong hingga ruas jalan Cimenteng Tugu Perkebunan Teh di Kecamatan Simpenen mengalami kondisi serupa.

“Sedangkan kerusakan di ruas jalan Pasir Ipis yang berada di lintasan jalur Jalan Raya Surade-Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi mengalami kondisi serupa,” katanya.

Endang Rohmat mengatakan masyarakat tidak membutuhkan  spanduk papan peringatan yang tersebar di sejumlah ruas jalan. Lebih dari itu warga mendesak agar pemerintah melakukan langkah nyata.

“Masyarakat membutuhkan bentuk nyata dengan hadirnya pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur,” katanya

Sementara di Kota Sukabumi, para pengendara harus meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan  Lingkar Selatan (Linsel) Kota Sukabumi, yang berada persis disepanjang arah menuju terminal Ahmad Sanusi. 

Tidak hanya kendaraan roda empat yang sering kali terperosok, namun pengendara roda dua juga kerap mengelukan ancaman keselamatan.

“Ruas jalan tersebut tidak nyaman, sangat berbahaya saat dilintasi. Selain mengancam keselamatan para pengguna kendaraan roda dua dan empat. Kerusakan  terparah terdapat di pertigaan jalan Balandongan atau dekat terminal Ahmad Sanusi  sejumlah kendaraan terperosok,” katanya.***

Bagikan: