Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 26.3 ° C

Angin Kencang, Pohon Tumbang Menimpa 14 Kendaraan di RSUD Syamsudin

Ahmad Rayadie
EVAKUASI 14 unit kendaraan roda tertimpa pohon beringin besar yang diparkir di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin di Jalan Rumah Sakit, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Kamis 26 April 2018.*
EVAKUASI 14 unit kendaraan roda tertimpa pohon beringin besar yang diparkir di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin di Jalan Rumah Sakit, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Kamis 26 April 2018.*

SUKABUMI, (PR).- Angin kencang kembali  melanda Kota Sukabumi. Bencana angin besar  26 April 2018, menyebabkan pohon tumbang menimpa 14 unit kendaraan yang parkir di halaman RSUD Syamsudin.

Kendaraan tersebut ada yang milik keluarga pasien, karyawan, dan dokter RSUD Syamsudin. Kerugian diprediksi hingga ratusan juta rupiah.

Bencana embusan angin kencang  yang terjadi untuk kedua kali dalam tiga pekan terakhir. Petugas Badan Penaggulangan Bencana Daerah dibantu personbil kepolisian, TNI dan warga mengevakuasi seluruh kendaraan yang rusak tertimpa pohon pasca bencana terjadi. Mobil yang rusak berat, sedang dan ringan dievakuasi menuju Rumah Dinas Wakil Bupati Sukabumi di Jalan Kebon Jati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Dari hasil pendaraan, empat kendaraan rusak berat dan delapan rusak ringan. Sedangkan dua unit lainnya hanya mengalami lecet-lecet. Sebagian besar kendaraan yang tertipa dengan kondisi kaca terpecah.

“Angin besar yang mengempasakan pohon besar merupakan kedua dalam waktu kurang dari sebulan terakhir ini,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi, Ahdar Somali.

Ahdar Somali mengatakan  bencana serupa sebelumnya  merusak tujuh unit kendaraan roda empat dan lima kendaraan roda dua. Tapi bencana yang terjadi, Rabu 4 April 2018 lalu, merobohkan tiga puluh pohon besar yang tersebar di 23 titik lokasi bencana. Bahkan 42 rumah, enam baliho atau reklame, satu masjid, satu kios, dan tiga gerobak menjadi sasaran amukan angin besar.

“Ini merupakan peristiwa kedua dalam kurang sebluan terakhir. Kerugian akibat bencana sebelumnya diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,2 miliar,” katanya.

Ahdar Somali mengatakan angin besar yang terus mengembus kencang di Kota Sukabumi sangat perlu diwaspadai. Warga diimbau untuk waspadai terutama bagi yang tinggal di pemukiman dengan pohon besar. Apalagi potensi bencana angin besar susulan sangat berpeluang seiring intensitas hujan semakin meningkat.

Pohon tua sejak zaman penjajahan Belanda



Dari pendataan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi dari 3.628 jenis pohon yang ada di wilayahnya didominasi  sudah berumur tua. Sebanyak 217 pohon dalam kategori rawan tumbang.

“Pohon yang membahayakan itu d iantaranya 160 pohon mahoni, 27 palem raja, 26 trembesi, dan 4 beringin. Sebagian besar berusia puluhan tahun, bahkan ada yang ditanam sejak zaman penjajahan ,” kata Kepala Bidang Penataan Taman dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Sukabumi Sonny Hermanto.

Kata Sonny Hermanto untuk menghindari pohon tumbang telah beberapa kali dilakkan pemangkasan. Langkah yang dilakukan petugasnya, merupakan upaya agar beban  berkurang. “Kami sudah  berulang kali melakukan pemangkasan ranting pohon, terutama pada pohon tua,” katanya.

Sementara itu, warga di Kampung Kuta Leubak, RT 03/05, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi sedmat dibuat panik. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, tapi warga mengkhawatirkan bencana susulan akan terjadi. Apalagi gerusan tidak hanya mengancam jalan milik warga. Tapi sebah jembatan yang melintasi sungai Cinadung dikhawatirkan bernasib sama.

“Kami sangat mencemaskan bencana susulan terjadi. Apalagi potensi itu, semakin meningkat seiring hujan deras terus mengguyur Sukabumi, kata warga Kuta Leubak, Ado.

Ado mengatakan bencana tanah longsor yang berlangsung pasca hujan deras kini terus memanjang hingga disekitar bantaran sungai Cibandung. Gerusan tanah yang sempat memperoleh perhatian petugas BPBD diharapkan segera diatasi pemerintah.

“Bila tidak segera ditangani, gerusan akan terus terjadi tidak haya mengancam jalan dan jembatan. Tapi akan mengancam pemukiman warga yang berada tidak jauh dari titik lokasi bencana alam," katanya.

Mengantsipasi bencana, sejumlah perosnil kepolisian dan TNI telah mendatangi lokasi. Mereka memantau lokasi bencana dari dekat untuk mengtetahui dampak kerusakan becana tersebut. “Kami memantai perkebangan pasca memperoleh laporan warga,” kata Babinsa Sriwedari, Sugihardono.***

Bagikan: