Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Melawan Petugas, Pembunuh Sopir Taksi Online Terpaksa Ditembak

Ahmad Rayadie

PALABUHANRATU, (PR).- Sebanyak dua dari tiga pelaku pembunuhan sopir taksi online Jakarta, ditembak oleh aparat Polres Sukabumi, Kamis 19 April 2018. Mereka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas. 

Penangkapan ketiga tersangka dilakukan polisi di daerah Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. Petugas juga mengamankan dua senjata air softgun dari para pelaku. 

“Kami terpaksa bertindak tegas dengan menembak dua dari tiga pelaku pembunuhan sopir taksi online. Tindakan pelumpuhan dilakukan karena pelaku mecoba melakukan perlawanan kepada petuags,” kata Kapolres Sukabumi, Nasriadi.

Nasriadi mengatakan, pelaku yang ditembak adalah HE alias Adro (33) dan SD alias Baok (26). Sementara DS alias ompong (35) yang merupakan eksekutor pembunuh korban, diamankan tanpa perlawanan berarti. Ketiganya, warga Kampung Batununggul, Desa Karangmekar Cimanggu, Kecamatan Jampang kulon.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kami masih terus melakukan pemeriksaan intensif. Mereka diamankan di  Jakarta dan Kabupaten Sukabumi setelah mayat korban ditemukan warga,” katanya.

Tiga kali



Modus yang dilakukan ketiga pelaku, kata Nasriadi, adalah menyewa mobil online yang dikemudikan korban Soharoni (29) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Namun di sekitar daerah Parung, Kabupaten Bogor, mereka menghentikan laju kendaraan korban.

“Salah seorang pelaku melakukan pembunuhan dengan menjerat leher korban. Setelah diyakini korban meninggal dunia, mereka membawa jasad korban ke arah Sukabumi. Mayat dengan kondisi kaki dan mulut dilakban  dibuang di Sungai Cibatu, Kecamatan Cikembar,” katanya.

Sedangkan mobil milik korban yang dibawa para pelaku kini turut diamankan petugas. Mobil jenis Daihatsu Terios warna hitam bernopol B 1933 KKF itu diamankan petugas di rumah salah seorang tersangka. “Kami pun turun menyita mobil milik korban yang disimpan di rumah tersangka dengan tujuan menunggu pembeli,” kata Nasriadi.

Nasriadi mengimbau warga terutama pemilik mobil yang digunakan untuk taksi online agar lebih berhati-hati saat ada orang yang akan menyewa jasanya. Langkah antisipasi perlu ditingkatkan seiring kasus pembunuhan atau perampokan taksi online di wilayah hukum Polres Sukabumi sudah terjadi tiga kali.

“Kasus pembuangan mayat korban, percobaan pencurian kendaraan dengan berpura-pura menyewa mobil online sudah tiga kali terjadi. Warga diimbau untuk lebih waspada,” kata Nasriadi.***

Bagikan: